Renjana itu mengatupkan hati yang terbalut luka Menjadikan si perasa tahu apa itu derana Meski nyatanya, kita hanyalah bagian dari jenaka Sepasang rasa yang membutuhkan bahagia Bukan fana, atau cerita menyakitkan lainnya
Untuk gadis renjana dari manusia yang mengenal derana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mas Kalan mau jadi pacarnya Rima nggak?"
Baru keluar dari ruang perpustakaan. Kalan sudah dihadang dengan sebuah pertanyaan. Pemuda dengan seragam celana panjang krem dan dasi hitam yang melingkar di kerah itu akhirnya menurunkan pandangan, sepasang mata hitamnya mulai menyelisik sebentar gadis di depan.
"Kalau Mas Kalan sekarang belum mau, nggak apa-apa, Rima bakalan mau nunggu, kok," lanjut gadis dengan senyuman paling lembut. Hingga dua tangan yang tadinya berada di belakang badan lantas Rima tunjukan pada Kalan. "Ini, anggap aja bunga mawar ini bentuk rasa sayang dari Rima untuk pangeranya. Jangan dibuang, ya?"
Karena telapak tangan kanan Kalan sudah berisi muatan buku, maka ditariklah tangan satunya. Sebatang bunga mawar yang terbungkus plastik mika itu kini sudah berpindang ke tangan Kalan. Sedangkan di pualam yang lain, gadis bernama Rima itu sudah berjalan mundur seraya melambaikan tangan.
"Inget ya, Mas Kalan? Namaku Rima, kelas X IPA-2. Kalau nanti udah cinta, jangan lupa bilang, ya?"
Tanpa malu gadis itu sudah berteriak dengan lantang. Bahkan kini Kalan sudah menjadi topik pengamatan. Hampir sebagian anak-anak yang melintasi ruang UKS dan perpustakaan itu kini berbisik dan mengamati Kalan dan Rima. Seolah, dua manusia itu telah mencuri semua atensi mereka.
"Edan, Pangeran Kutupnya Negara dapat bunga mawar!" Aldo yang baru saja keluar dari perpustakaan langsung berteriak sambil merangkul bahu Kalan. "Kalau nggak mau, sini kasih aku wae."
Melihat tingkah konyol Aldo, Kalan hanya menggeleng heran. Namun baru saja pemuda Kalantara itu ingin melangkahkan kaki, netranya tak sengaja melihat seorang gadis yang ternyata juga menyaksikan kejadian tadi. Gadis yang selepas Kalan tatap balik justru langsung melangkahkan tungkainya pergi.
"Eh, Wida! Kalau cemburu jangan tinggalin Dea Imut ini juga dong!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.