Chapter 139: Hiiro Coming Out

2.2K 133 21

Sebenernya di judul Jepangnya juga ditulis "Hiiro no Kamingu Auto" yang merupakan penulisan dari "Coming Out" dengan katakana. Untuk artinya... TL serahkan ke imajinasi pembaca karena ini punya beberapa makna berbeda (makna ganda).

Dengan demikian silahkan menikmati!

Chapter 139: Hiiro Coming Out

_____________________________

Shinobu pun berbicara tentang kelompok mereka, para Pahlawan yang sudah dipanggil ke Edea, dan juga mengenai alasan mengapa mereka datang ke Xaos tanpa memperhatikan rincian apapun.

Setelah mendiskusikan hal ini dengan Shuri, mereka pun memutuskan kalau mereka harus melakukan ini. Shuri lah yang menyarankan kalau mereka harus menceritakan tentang diri mereka sendiri kepada Maou.

Sebenarnya Shinobu tidak bisa menolak kemungkinan kalau mereka bisa saja langsung dieksekusi di tempat. Namu kalau mereka tetap diam saja, bukan hanya akan menambah repot Hiiro, namun mereka juga bisa saja ditemukan dengan segera.

Daripada memohon-mohon setelah tertangkap, dia merasa kalau langsung datang menghadap Maou untuk berbicara jauh lebih aman. Bahkan kalimat Ornoth yang memberitahu mereka kalau mereka menurut, mereka tidak akan dibunuh, memperkuat keputusan mereka.

"Begitu ya. Kalian berdua memang benar pahlawan, benar? Namun itu menyisakan sebuah pertanyaan."(Eveam)

"Bo-Bolehkah saya tahu pertanyaan tersebut?" (Shinobu)

Shinobu bertanya sambil menahan nafasnya.

"Kau mengatakan kalau kau sudah memasuki daerah Evilia bahkan sebelum kami menyebrangi jembatan. Kalau memang begitu, siapa pahlawan yang kami lihat sewaktu di jembatan?" (Eveam)

"Lihat... sewaktu di jembatan?" (Shinobu)

Saat wajah Shinobu memperlihatkan ekspresi kosong, Eveam pun bergumam "Hm?" dan-

"Kenapa wajahmu seperti itu? Kalian, keempat pahlawan, memang ada di jembatan itu kau tahu?" (Eveam)

"... itu pasti ada semacam kesalahan... karena sewaktu itu kami tidak salah lagi... bertemu dengan Evilia bernama Iraora yang memperbolehkan kami menyebrangi jembatan." (Shinobu)

Saat mendengar nama Iraora, ekspresi Eveam pun terlihat seperti diselimuti awan. Dia sudah mendengar tradegi yang terjadi di Jembatan Mütich. Dan untuk mengkonfirmasi itu, mereka pun melakukan investigasi dan nampaknya itu benar.

Mantan anggota Cruel Brigade, Iraora. Eveam mengakui kekuatan Iraora dan yakin kalau dia bisa mempercayakan pertahanan jembatan kepadanya. Oleh karena itu, dia pun mempercayainya dan memberikan tugas tersebut kepadanya. Namun dia tidak berpikir kalau Iraora akan menghianati mereka, dan hasilnya adalah gugurnya banyak prajurit dan Greyald.

"Kalau begitu kalian berdua, tidak, kalian berempat sudah menyebrangi jembatan beberapa waktu sebelumnya berkat Iraora?" (Eveam)

"Saya yakin seperti itu. Sang Raja mengatakan kalau rencananya bisa berjalan karena Iraora berada di sisi kami." (Shinobu)

"Begitu ya... tetapi kalau kalian berdua tidak mengetahui mereka, jadi siapa para pahlawan yang kami lihat..." (Eveam)

Eveam menggumamkannya sambil terlihat merenung, namun dia tetap tidak bisa menemukan jawabannya.

"Perkenankan aku untuk menanyakan suatu hal." (Aquinas)

Saat diskusi itu sedang berlangsung, Aquinas pun melayangkan sebuah pertanyaan. Hanya dengan berdiri di sana, sangat terlihat kalau dia adalah makhluk yang sangat berbeda karena auranya yang mengintimindasi. Kegelisahan Shinobu pun semakin menjadi-jadi.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!