Chapter 138: Pahlawan dan Maou Saling Berhadapan

2K 121 32

Istana ibukota Evilia, Xaos adalah sebuah kastil megah yang sepadan dengan ukuran sebuah kota. Walaupun bisa dikatakan kalau istana itu terletak di tengah-tengah kota, terdapat jajaran dinding yang sangat tinggi yang seakan ada untuk melindungi istana itu sendiri.

Dibawah istana itu sepertinya ada sebuah sungai yang mengalir. Sepertinya sungai itu mengalir sepanjang Evilia dan bermuara ke arah lautan.

Tentu saja untuk memasuki kastil tersebut, semua orang harus melewati gerbang yang ada. Kalau kau mencoba memasuki kastil itu dari tempat lain, kau akan dicap sebagai seorang penyusup, ditangkap, dan akan dijebloskan langsung ke dalam penjara.

TL Note: orang yang pas buka nekopoi klik genre loli juga masuk penjara #GAK

Walaupun ada sebuah jembatan yang dibuat untuk menyebrangi parit yang ada, seorang prajurit yang besar dan kekar berdiri di sana sebagai penjaga gerbang. Walaupun kelompok Hiiro Okamura sudah menyebrangi jembatan dan masuk ke kastil, pastinya mereka menerima beragam tatapan dari para prajurit yang ada.

Itu pastinya tidak aneh. Walaupun Hiiro, yang berperan aktif dalam perang sebelumnya adalah pengecualian, namun ada beberapa Evilia yang belum pernah mereka lihat, dan juga ada anggota ras lain yang masuk ke dalam. Biasanya mereka akan menangkap orang seperti itu.

Sebagai tambahan, pandangan ke arah manusia bernama Shuri dan Shinobu adalah tatapan permusuhan, tidak ada sedikitpun rasa persahabatan. Namun mau bagaimana lagi. Lagipula kali ini manusia sudah mengkhianati Evilia.

Terlebih lagi mereka juga berkonspirasi dengan para Gabranth untuk menghancurkan Evilia. Karena manusia sudah menyerang mereka seperti itu, tentunya para Evilia juga menjadi geram.

Kalau mereka menangani situasi tersebut dengan tidak sigap, maka kemungkinan besar pertarungan lainnya akan terjadi. Jadi mereka hanya bisa menahan pandangan itu.

Karena Shuri dan Shinobu cukup mengerti makna dibalik semua tatapan itu, mereka pun hanya melihat ke bawah dengan tatapan tegang sambil terus berjalan di belakang Hiiro.

Dengan panduan prajurit sebelumnya, Hiiro dan yang lain dibawa ke sebuah tempat bernama《Ou no Aida/Ruangan Penguasa》. Di sana, sebuah karpet merah melintang di atas lantai, dan cukup jauh di belakang sana, sebuah kursi yang seperti singgasana terlihat.

Mulai dari singgasana itu, ada sebuah jalan lurus dengan barisan prajurit di kedua sisinya. Sebagai tambahan, di dekat singgasana tersebut, orang-orang yang pernah Hiiro lihat berkumpul di sana.

"Akhirnya kau bisa datang ke sini, Hiiro!" (Eveam)

Yang menyambut Hiiro dengan ramah itu adalah Maou, Eveam. Walaupun seharusnya biasanya dia duduk di atas singgasana tersebut dengan sikap yang penuh dengan kebijaksanaan dan martabat, saat ini Eveam sedang berdiri seperti yang lainnya.

"Aku minta maf. Awalnya aku berencana untuk langsung datang menjemputmu, namun seperti yang bisa kau bayangkan, Marionne dan yang lain melarangku." (Eveam)

"Tentu saja! Yang Mulia adalah seorang Maou. Suatu kesalahan besar kalau anda harus keluar sendiri secara personal hanya untuk memuji seorang Evilia biasa." (Marionne)

Saat Marionne mengatakan hal tersebut, mulut Eveam pun menjadi cemberut.

"Itu tidak bisa dimaafkan, Marionne. Hiiro bukan hanya penyelamat nyawaku, tapi dia juga adalah orang yang memberikan andil paling besar demi negri ini. Tentu saja kita harus menunjukkan kesopanan kita!" (Eveam)

"Mu... itu mungkin benar." (Marionne)

Karena Marionne sudah melihat adegan dimana Eveam yang terluka sangat parah tiba-tiba menjadi sembuh, dia pun tidak memiliki bantahan lain.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!