Chapter 137: Ancaman

1.9K 109 26

Setelah menghindari serangan dari pangeran kedua Kerajaan Hewan Passion dan kemudian dihempaskan sampai keluar kota, kedua pahlawan, Aoyama Taishi dan Suzumiya Chika pun kini terbaring tidak berdaya di hutan di dekat Ibukota Xaos.

"... uu." (???)

Yang pertama membuka matanya adalah Taishi. Walaupun ada banyak sayatan di tubuhnya, namun tulangnya tidak terkena dan dia masih bisa bergerak tanpa masalah. Tentu saja rasa sakit masih menyelimuti tubuhnya.

Dia pun melihat ke arah Chika yang menerima luka yang sama dengannya.

"O-Oi, Chika! Chika! Cepat sadarlah!" (Taishi)

Karena tidak menunjukkan tanda-tanda akan siuman, wajah Taishi pun menjadi pucat karena membayangkan situasi paling buruk. Namun setelah menampar wajah Chika beberapa kali...

"Uu..." (Chika)

Chika pun mengeluarkan suara, jadi Taishi berkesimpulan kalau hidup Chika tidak sedang berbahaya.

"Benar juga, kita..." (Taishi)

Dia mengingat mengapa mereka bisa berakhir di tempat seperti ini. Mungkin karena kepalanya terbentur sangat keras, ingatannya menjadi cukup samar. Dia pun mulai mengingat apa yang terjadi padanya.

Dan kepalanya pun tergantung lemah.

"Itu benar... aku kalah..." (Taishi)

Dia berpartisipasi dalam peperangan dan merasa gentar karena ganasnya peperangan itu. Dia bertarung dengan orang yang mirip dengan Gabranth, namun dia tidak bisa menyentuh lawannya itu, dan setelah menerima serangan dari sesuatu yang tidak dia ketahui, mereka terpisah dari Shuri dan Shinobu.

"... sebenarnya apa yang aku lakukan... sialan." (Taishi)

Melihat Chika yang tertidur karena luka, dia mulai merasa menyesal karena tidak bisa melindunginya. Dan hal lain yang membuatnya menggeretakkan giginya adalah keberadaan seseorang.

Tidak seperti dirinya, Okamura Hiiro sudah mengalami pertumbuhan dalam kekuatan. Taishi sudah melihatnya bertarung, dan jika harus dijelaskan dengan mudah, pergerakkan Hiiro sangat cepat sampai-sampai dia hanya bisa melihat sebuah gambar kabur.

Seharusnya Hiiro adalah orang yang tidak sengaja terbawa ke ritual pemanggilan pahlawan mereka, dan Taishi sejujurnya juga bahagia karena Hiiro masih hidup, namun dia tidak menyangka kalau Hiiro akan menjadi lebih kuat dari anggotanya.

Terlebih lagi sepertinya dia sama sekali tidak memperhatikan mereka dan tidak ingin berurusan dengan mereka sama sekali. Dia merendahkan keempatnya yang sudah menyerah karena ketakutan dan tertawa di atas penderitaan mereka. Setidaknya itulah yang Taishi lihat.

TL Note: terlalu banyak baca komik nih anak

Sebagai seorang Pahlawan, Taishi tidak percaya kalau dia dilihat dengan rendah oleh seorang pengamat seperti Hiiro.

"Aku adalah Pahlawan... tapi mengapa, mengapa dia..." (Taishi)

Dia menngeretakkan giginya dengan keras.

"Jadi kau ada di tempat seperti ini." (???)

Suara yang dia dengar dari belakangnya membuatnya tersentak dan langsung berbalik. Dan di depannya ada seseorang yang memakai jubah yang menutupi tubuhnya.

(Si-Siapa dia...?) (Taishi)

Insting Taishi pun meneriakkan kalau orang di depannya itu sangat berbahaya. Seakan sedang dililit oleh ular raksasa, dia merasa kalau seluruh tubuhnya mati rasa. Dia tidak bisa bergerak.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!