:two:

1.8K 268 45
                                                  

Sooyoung terlihat aneh sejak pulang dari toko kelontong, itu membuat ibunya memukul kepala Sooyoung dengan sendok kayu besar.

"Aw, Ibu!"

Sooyoung mengelus kepalanya pelan.

"Kau dirasuki setan laut atau bagaimana?"

"Hehehe."

Sooyoung meringis menanggapi perkatan Ibunya.

Memilih memakan makan malamnya dengan tersenyum senyum.

"Cucuku pasti bertemu anaknya Park."

Nenek Park menatap Sooyoung usil. Kakek manggut manggut menyetujui perkataan Nenek Park.

"Memang ada apa dengan anaknya Tuan Park?"

Nyonya Park menatap kedua mertuanya dengan pandangan bingung.

Ah, dia tak tahu saja betapa rupawannya seorang Park Jimin.

"Wajahnya wow."

Kakek membuat gerakan yang lucu dengan tangannya. Lalu mengacungkan jempolnya.

Sooyoung dan nenek terbahak karena tingkah kakek.

Sooyoung rasa dia tahu darimana asalnya sifat narsisnya.

"Apa dia benar benar wow, abeoji?"

Ibu meniru gerakan Kakek Park, dan dijawab dengan anggukan Kakek.

"Wah, beruntungnya anak gadisku."

Ibu menyenggol nyenggol lengan Sooyoung.

"Ih, Ibu, apa sih?"

Sooyoung mencoba mengontrol ekspresinya. Bisa malu dia kalau Ibu dan Kakek neneknya tahu dia tersipu.

"A-aku sudah selesai."

Sooyoung bangkit dari duduknya, meninggalkan kakek, nenek, dan ibunya yang setia menggoda Sooyoung.

"Sayang, tidurlah. Besok kau kan sudah masuk sekolah."

Seru Nyonya Park dari arah dapur, Sooyoung menyahut sembari menaiki tangga menuju kamarnya.

"Selamat malam, halmeoni, harabeoji, Ibu."

🍀

"Hah, kenapa aku gugup sekali?"

Sooyoung menepuk dadanya beberapa kali, mencoba menghalau rasa gugup yang muncul bagai serangan bom.

"Sayang, ayo sarapan!"

Suara Nyonya Park terdengar dari lantai bawah.

Sooyoung melihat pantulan dirinya di cermin.

"Kau pasti bisa, Park Sooyoung! Fighting!"

Setelahnya, mengambil tasnya dan berlari kecil menuruni anak tangga.

"Sayang, Ibu buatkan bekal kesukaanmu. Dimakan ya nanti."

Nyonya Park memberikan bungkusan berisi bekal pada Sooyoung, Sooyoung menerimanya dan melambaikan tangannya.

"Aku pergi dulu, halmeoni, harabeoji, Ibu."

Sooyoung berjalan pelan mengikuti arahan Ibunya.

Sekolah barunya tidak terlalu jauh, hanya perlu melewati 2 belokan dan dia sudah sampai.

wнen yoυ love ѕoмeone. [ vjoy ]✔ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang