Vote&Comment, yaaa...
Mau share quotes dari novel ini?
Boleh kok, asal tag aku yaaa di Ig. ✔✔✔✔ @refahime23 😊
----------
"Siapapun kamu yang kelak akan memiliki hatiku seutuhnya, kuharap kamu adalah pria baik yang Tuhan kirimkan untukku. Kuharap kamu diutus Tuhan 'tuk membuatku bahagia, bukan malah memberikanku luka."
----------
Soundtrack:
Sekali Lagi - Isyana Sarasvati

***

Pukul 05.00 WIB.

Setelah mendapatkan instruksi dari Abidzar untuk segera berkumpul, semua member Gema LTc bergegas untuk tiba di location yang tak jauh dari camp area. Kami semua bangun pada jam tiga dini hari; solat Tahajud, mendengarkan renungan, dan shalat subuh berjamaah.

Saat renungan, kami dibuat tepekur sedalam-dalamnya. Think hard. Para akhwat semuanya menitikkan air mata. Aku pun begitu. Kami terisak pelan, lirih sekali. Kami benar-benar sadar dan merenungi kehidupan pribadi kami masing-masing.

Kami semua menunduk, menatap rerumputan liar yang menjadi alas kami untuk duduk. Sebagian ikhwan pun juga begitu. Namun, ada segelintirnya yang masih sanggup menatap Abidzar yang tengah menyampaikan materi renungan tentang hidup.

Renungannya sangat menampar kami. Tepat pada sasaran, karena kami semua pernah dan mungkin sedang mengalami yang Abidzar ceritakan.

Aku masih ingat betul semua isi dari renungan itu. Aku pun benar-benar tertohok. Semua yang diceritakan Abidzar itu benar, sangat benar.

Abidzar berucap kala itu, "Mungkin selama ini kita nggak sadar, ternyata ada begitu banyak hal yang nggak benar dalam diri kita. Itu semua karena kita terlalu sibuk memikirkan dunia atau mungkin ... memikirkan jodoh yang sebenarnya telah dipersiapkan oleh Allah. Kita semua terlena sampai kita lupa, bahwa ada yang sangat merindukan kita.

Apa itu?

Kita bangun pagi-pagi, yang diinget adalah si doi. Kita lupa untuk bersyukur bahwa Allah masih memberikan kita kesempatan untuk hidup. And it means, there's something wrong in our self, our heart. But, we never realize for all of it.

Sebegitu jauhkah kita pada Allah? Sampai lupa untuk bersyukur?

Sungguh Allah mencintai orang-orang yang pandai bersyukur.

📌Allah berfirman:

(Quran Surat Ibrahim ayat 7)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, Kami pasti akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku maka sesungguhnya adzab-Ku amatlah pedih'."

Dan lagi-lagi ada yang merindukan kita sebegitu dalamnya. Siapa dia?

....

Jawabannya adalah Alquran.

Seberapa seringkah kita tak memedulikan dan membiarkan Alquran sampai berdebu? Seberapa seringkah kita menghiraukan panggilan Alquran, karena kita lebih memilih untuk menjawab panggilan di hape?

Sering! Jujur aja pasti sering! Ana juga ngalamin, pernah. Karena kita tempatnya salah dan khilaf. Begitulah kita sebagai manusia.

Namun, kita tak boleh lupa bahwa kita ini berperan sebagai seorang hamba yang hanya numpang sebentar di dunia---yang seisinya hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jangan sampai kita benar-benar lupa pada tugas kita; yaitu untuk beribadah pada Allah, berdakwah, dan menjadi khalifah (pemimpin) atas diri kita sendiri.

Jomblo Until Akad #KyfaBaca cerita ini secara GRATIS!