5. Permen & Coklat

36 13 5
                                        

Happy reading...

---

Terkadang, cinta tak semanis permen dan tak senikmat dark chocolate.

---

Nadhia memeluk boneka yang berbentuk pisang sambil melihat kearah jendela kamarnya. Nadhia masih kecewa kepada Bintang.

Hari ini Nadin memutuskan untuk menginap dirumah Nadhia. Setelah Nadhia menelpon Nadin sambil menangis, ia segera memutuskan untuk menginap di rumah Nadhia.

"Nad, jangan sedih lagi dong. Mungkin Bintang lupa, kalau hari ini ada janji sama lo." ucap Nadin yang berusaha untuk tetap berpikir positif.

Nadhia menoleh, ia tersenyum samar. "Engga kok, Din. Gue udah gak mikirin itu lagi." Nadhia kembali memalingkan wajahnya.

Nadin menarik nafasnya panjang. Nadhia berbohong, dan Nadin tahu itu. Tapi, apa yang harus Nadin lakukan agar Nadhia kembali ceria.

Nadin terdiam dan berpikir. Kira-kira apa yang membuat Nadhia kembali ceria. Cuma makan manis yang membuat mood Nadhia kembali naik lagi. Tunggu! Makanan manis? Nadin membulatkan matanya. Permen dan coklat! batin Nadin bersemangat.

"Nad, gue keluar bentar ya."

Nadhia menaikan alisnya, "Mau kemana, Din?"

"Gak kemana-mana kok, cuma sebentar aja."

Nadin bangkit dari duduknya dan mengenakan sweater berwarna abu-abu. Nadhia bingung, kenapa tiba-tiba Nadin ingin pergi keluar di malam hari seperti ini.

Nadin sudah pergi keluar, Nadhia hanya melihat Nadin yang sudah berjalan menjauh dari jendela kamarnya.

Nadhia segera mengambil bantal yang berbentuk pisang tersebut dan memukulinya. Perasaan kesal dan bete bercampur aduk dilubuk hatinya. Nadhia kesal dengan Bintang.

"Bintang jahat! Kenapa lo gak dateng? Kenapa lo lupa sama janji kita hari ini? Lo jahat, jahat banget, Bin!"

Sebuah air mata, menetes lagi dari kelopak matanya. Entah, sudah ke berapa kalinya Nadhia menangis. Intinya, ini adalah pertama kalinya ia kecewa dengan orang.

"Kenapa lo bisa sebego ini sih, Nad. Kenapa lo jadi lemah gini, cuma karena makhluk seperti Bintang. Tapi, Bintang ganteng! huwa..." ucap Nadhia memaki dirinya sendiri.

---

Nadin sudah sampai di supermarket dekat rumah Nadhia. Saat ia datang, malam ini supermarket tampak sepi, hanya ada beberapa orang yang sedang mencari keperluan mereka.

Nadin segera mendatangi rak bagian coklat. Terdapat banyak coklat dengan berbagai merk dan berbagai rasa. Cukup menggiurkan bagi para pecinta coklat yang datang ke sini.

"Nadhia 'kan suka banget sama white chocolate. Nah, yang ini aja deh." gumam Nadin sambil mengambil coklat putih kesukaan Nadhia.

Tak hanya coklat, Nadin juga membeli permen dengan rasa Macha yang sangat Nadhia suka.

Nadin segera bergegas ke kasir supermarket untuk membayar belanjaannya. Tak, lupa ia juga membeli beberapa cemilan lain untuk menemani ia dan sahabatnya menonton drakor kesukaan mereka.

Four Month [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang