Rise up*12*

754 24 1


"Yang dulu adalah histori
Yang sekarang adalah misteri
Yang hanya diketahui
Oleh Sang Illahi"

*******

Bella POV

Setelah apa yang kulalui kemarin, aku mencoba untuk melangkah kembali. Mencoba untuk tak menoleh kebelakang dan memulai kembali.... Semuanya dari awal.

"Aaaaaaaa!!! Aku kesiangan!!!!"

Omaygad!! Aku kesiangan!! Kemarin malemkan aku tidur jam 8 kurang, kok bisa kesiangan sih!! Dengan segera aku bangkit dari ranjang tidurku dan meracau sendirian. Aku segera mencari cari jam wakerku dan saat kutolehkan wajahku kearah meja kecil di samping tempat tidurku, ternyata eh ternyata jam weker yang biasa mengusikku tiap paginya.... MATI!!!

Ingin rasanya aku memarahi jam weker itu. Namun apa guna, lagipula ia hanya sebuah benda mati dan aku akan lebih terlambat jika mengurusi jam sialan itu.

Langsung saja kuambil handuk yang tergantung di gantungan baju di samping jendela kamarku dan segera berlari ke kamar mandi.

*******

Langkah awalku untuk berubah dan aku sudah terlambat sekolah good very very good!

Saat kulihat gerbang sekolah belum ditutup dengan segera kupicu langkah kakiku dengan sekuat tenaga dan berlari menuju gerbang sekolah.

Penat dan lega bercampur menjadi satu setelah aku melewati gerbang, diiringi dengan derasnya keringat yang bercucuran di tubuhku, aku menarik nafas lega.

Namun...baru saja aku melewati gerbang, bel masuk berbunyi. Langsung saja aku kembali berlari tak peduli seberapa lelahnya kakiku saat ini.

Aku sempat melewati beberapa guru yang mulai berkumpul untuk melaksanakan apel pagi. Beberapa diantaranya menatapku sinis dan beberapa menatapku dengan penuh sesal.

Malu itulah yang kurasakan.

Namun apa dayaku, untuk pertama kalinya aku terlambat dan ketidak
beruntunganku berada di kelas yang paling pojok di timur sekolahan yang mengharuskanku untuk berlari lebih jauh lagi.

Aku pun menundukkan kepalaku sambil terus berlari hingga pada akhirnya....


Bruuk!!


Aku menabrak seseorang.

Badanku bertubrukan keras dengan sosok di depanku itu, hingga akhirnya tubuhku pun kehilangan keseimbangan dan  tubuhku oleng kesamping. Saat kupikir aku akan jatuh aku segara menutup mataku.
Namun aneh, aku tak merasakan apapun, aku tak merasakan sakit.

Justru aku merasa ada seseorang yang sedang memegangiku.
Kubuka mataku perlahan-lahan dan hal pertama yang ditangkap oleh mataku adalah. Seorang pria asing yang nampak begitu tampan dan begitu dekat dengan wajahku.

Mataku membulat sempurna, aku pun segera menjauh dari dakapan pria itu. Dia pun sama terkejutnya denganku dan melepaskanku.

"Maaf, apa kau baik baik saja?" tanya pria asing itu

"Iya"


"Syukurlah kalau begitu" ucapnya lega sambil tersenyum hangat.

"Em.. Maaf karena telah menabrakmu dan terimakasih telah menolongku. Tapi aku buru-buru, jadi.... permisi!" ucapku lalu berlari meninggalkan pria itu sendirian disana.

Bukan maksudku untuk sombong ataupun tidak sopan, but i dont have much time dan aku benar-benar benar harus sampai di kelas sebelum Bu Murwati datang

******


Sesampainya aku di depan kelas, aku mengintip melalui celah celah pintu.

'Bu Marwati belum datang! Yes!!' sorakku senang di dalam hati.

Mungkin inilah yang disebut keberuntungan atau mungkin justru kebuntungan.

Pasalnya setelah bel masuk, pastinya semua murid masuk ke kelas begitupun dengan dengan kelasku. And of course saat aku masuk ke kelas pastilah aku menjadi sorotan semuanya dan menjadi bahan olok-olokan lagi.

Tapi apa boleh buat. Bagai telur di atas tanduk. Aku pun masuk ke kelas dengan perasaan malu yang tak mungkin kuperlihatkan pada orang-orang.


Ku tundukkan sedikit kepalaku kebawah dan berjalan menuju bangku kesayanganku itu. Dan benar saja semuanya memperhatikanku.

Dengan tatapan sinis dan juga perkataan yang tak kalah pedas.


"Wah putri es terlambat ke sekolah! Berita baru nih!!"

"Habis ngapain tuh semalaman kok bisa telat sih"

"Aduh Sel! Kipasnya jangan digedein dong, dingin nih"

nih!"

"Yah, padahal dah seneng-seneng kutulis A"

Aku hanya diam dan mengacuhkan ocehan mereka semua. Tak lama setelah aku masuk, Bu Marwatipun datang. Beliau mengajak semua murid untuk ke ruang musik karna memang pelajaran jam pertama seni musik.

Sekolahanku memang memiliki ruangan khusus untuk murid-muridnya berlatih musik, selain itu sekolahanku juga selalu berhasil menggaet piala ataupun medali emas dalam bidang musik.

Jadi tak heran jika ruangan itu dipenuhi oleh berbagai alat musik yang sudah tertata rapi di dalamnya. Walaupun hanya pelajaran peminatan tapi setiap kelas diharuskan mempelajari pelajaran musik.

Sesampainya kami di ruangan tersebut, Bu Murwatipun menyuruh kami untuk duduk di bangku yang sudah tersedia. Semua murid berbondong-bonding masuk dan saling berebuat tempat duduk, biasalah anak sekolah.

Setelah semua murid tenang Bu Murwati memanggil seseorang dari luar. Semuanya menatap pintu heran dan di detik selanjutnya seisi kelas berteriak heboh.


"Semuanya perkenalkan ini Nicholas dari kelas XI MIPA 1 dia akan menemani kita hari ini"

Dia......





Orang yang kutabrak tadi...

*****

Tobe Continue


Halo holaa! Maaf maaf banget! Setelah sekian lama author baru update! Udah lama banget ya hehehehe//buak!!//  Sebenarnya sih author bukan hanya sibuk ya tapi author juga sering sakit dan.... lupa..... Jadi yah ceritanya gak update² hehehehe//buak!buak!//. Sekali lagi maaf yah author telat maaf banget!! Diusahain bakal cepet update, insyaallah.


Segitu dulu dari anna! Makasih udah baca dan makasih udah vote! See u in next chapter!!

Bye bye!😘

*******

BroSist ComplexsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang