Chapter 05

22.6K 4.6K 1.5K

"Kau tidak bisa mengayuh sepeda lebih cepat, ya?!"

Jian mendadak jadi tak tahan dan mengumpat, "Sialan! Kau pikir berat badanmu itu seberapa?!"

Jungkook mendumel pelan, satu-satunya kalimat yang bisa Jian dengar adalah suara Jungkook yang lebih memilih untuk berbicara pada Kano. Bocah itu masih menangis dan membuat adrenalin Jian semakin berpacu luar biasa liar, "Hei, baby. Jangan menangis, sssh. Kita akan segera sampai untuk bertemu dokter, oke? Papa di sini, sayang. Lihat? Jian noona bahkan sedang bekerja keras mengayuh sepedanya untukmu."

Darah gadis itu berdesir cepat sekali. Jian noona. Jian noona. Astaga. Kepalanya mulai berkunang-kunang sementara sedetik kemudian, Jian bisa merasakan tangan besar Jungkook menyambar pinggang dan meremas pakaian gadis itu. Jungkook cemas sekaligus takut setengah mati melihat Kano yang terbalut jaket bulu tebal itu masih tidak berhenti menangis terisak-isak—tidak peduli sekeras apa usahanya dalam membuhuk.

Jungkook benar-benar ketakutan melihat Kano jatuh sakit dan Jian jadi merasa semakin bertanggung jawab entah kenapa. Mungkin keadaan, ia tidak yakin.

Tapi kini, Jian sudah tidak tahu apalagi yang harus ia pikirkan selain mengayuh sepeda menuju rumah sakit terdekat lebih cepat. Udara malam yang terasa dingin seolah menampar-nampar permukaan kulit keduanya sementara sepeda ini meluncur cepat melalui jalanan yang turun, membuat Jian diam-diam menggigit bibir bawah sendiri sembari terus memacu pedal dengan brutal. Jungkook yang membopong Kano di boncengan terasa semakin berat saat keduanya berada semakin dekat memasuki gerbang rumah sakit umum yang berjarak sekitar satu setengah kilometer dari rumah.

"Ji, kau baik-baik saja? Lelah, ya? Kakimu sakit?"

"Kau harus diet, Jung," balas gadis itu terengah, mencoba membuatnya tidak terdengar merasa bersalah. "Berat sekali."

"Aku tidak gemuk, kau saja yang terlalu kurus," bantahnya. Dasar menyebalkan. Dalam keadaan genting seperti ini, dia bahkan masih sempat menghina. Jian rasa dia sedang mencoba setengah mencairkan suasana yang menegang saat menambahkan, "Ini otot, bukan lemak."

Jian mencelos. Mau otot atau lemak, dua hal itu tidak mengubah fakta kalau Jungkook memang berat. Gadis itu kemudian meloloskan sebuah tawa pelan setengah tak percaya. Napasnya makin memburu sementara keringat semakin membasahi kening. Karena Kano tidak mau melepaskan Jungkook, Jian sama sekali tidak berpikir panjang saat membentak pria itu untuk segera naik ke boncengan sepeda lalu meluncur pergi begitu saja. Lain kali, Jian harus mempertimbangkan efek jangka panjang.

Kano sayang, besok-besok jangan diulangi lagi, ya. Jian bisa terkena serangan jantung mendadak kalau harus membonceng Jungkook lagi.

Tapi jujur saja, Jian bahkan tidak yakin kenapa dia merasa begitu panik sekali tadi. Dalam kepalanya hanya berputar satu hal—Kano yang terlihat kesakitan dan ia tidak tahan melihatnya. Sayangnya, kini Jian baru saja menyadari betapa melelahkannya membawa dua manusia ini menggunakan sepeda biasa yang mesti dikayuh agar bisa berjalan. Saat Jian melesat memasuki halaman luas rumah sakit, melewati deret mobil dan taman-taman yang terasa tak ada habisnya, kedua kaki gadis itu rasanya mau patah jadi empat.

"Aku akan memarkir sepedaku dulu, sebaiknya kau cepat bawa Kano masuk!" ujar Jian disela-sela napas yang tersengal—tepat ketika mereka berada di depan gedung utama rumah sakit, membuat beberapa orang yang terlihat masih beraktivitas di sana menatap dengan aneh. Tentu saja. Apalagi yang lebih aneh daripada melihat dua orang manusia menaiki sepeda bersama bayi yang terus menangis karena demam?

Jungkook terlihat begitu kaku saat turun dari boncengan sepeda, menatap gadis di hadapannya dengan mulut terkatup rapat seolah dijahit bersama. Dia tidak mengatakan apa-apa, hanya mengangguk kemudian tergesa melangkah memasuki bagian gedung dan meninggalkan Jian di sana—mematung kebingungan karena tidak tahu di mana dia bisa meletakkan sepeda. Dia tidak pernah ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda, sebelumnya.

EunoiaBaca cerita ini secara GRATIS!