Chapter 136: Undangan ke Kastil

2.1K 138 30

Saat Hiiro meninggalkan ruangan, semua kalimat yang ia katakan membekas sangat dalam dan membuat Shinobu Akamori dan Minamoto Shuri terdiam. Mereka hanya bisa saling memandang satu sama lain.

Lalu Shinobu pun terduduk di lantai dengan tangannya yang memeluk lututnya sambil bergumam kecil.

"... sebenarnya apa yang harus kita lakukan..." (Shinobu)

Entah apakah ia mengatakan itu kepada orang lain ataukah dia hanya ingin mengatakan itu, bahkan dia sendiri tidak mengerti.

Dia ingin sebuah jawaban yang menjawab pertanyaannya. Dia ingin seseorang menjawab pertanyaannya itu karena dengan seperti itu semua akan menjadi lebih mudah. Apalagi itu semua karena sejak datang ke dunia ini, dia selalu mematuhi perintah orang lain dan hidup tanpa mencari jawaban apapun.

Itulah mengapa dia tidak bisa membalas ceramah Hiiro yang memberikan dampak cukup dalam bagi mereka.

Perasaan itu juga dirasakan oleh Shuri yang merasa sangat malu setelah diberitahu kebenarannya.

Walaupun apa yang dikatakan Hiiro tidak memiliki bukti, namun... ya, kalimatnya bisa dianggap benar.

Dan dia pun merasa kalau mereka tidak bisa terus begini. Dengan kalimat Hiiro yang tidak bisa dibantah sebelumnya, mereka merasa kalau Hiiro menyuruh mereka untuk membuka mata mereka.

Itulah mengapa dia merasa kalau kali ini mereka harus bertindak dan mencari jawaban mereka sendiri.

"... Shinobu-san" (Shuri)

"Hm? Ada apa Shu... ri... cchi?" (Shinobu)

Saat melihat wajah Shuri, Shinobu pun menjadi terdiam setelah melihat ekspresi Shuri yang serius.

"Shinobu-san, aku sudah memutuskannya." (Shuri)

"... memutuskan apa?" (Shinobu)

Saat mendengar keputusan Shuri, Shinobu menjadi keheranan.

Seseorang yang terlihat seperti prajurit Evilia mendekati Hiiro di luar penginapan. Alasannya adalah untuk menyampaikan undangan ke kastil untuk Hiiro yang memberikan banyak andil dalam perang ini.

Hiiro sudah diberitahu sebelumnya oleh Maou Eveam kalau setelah peperangan ini mereda, dia akan mengirim orang untuk memanggil Hiiro. Walaupun dia berkata 'setelah peperangan mereda', mereka hanya bisa mengusir Gabranth dari kota. Sepertinya masih ada Gabranth yang masih berada di sekitar ibukota ini, namun untuk saat ini ancaman yang mendesak sudah tidak ada.

Dari apa yang Hiiro dengar dari prajurit itu, saat ini semua prajurit yang sedang bertugas sedang sangat termotivasi. Jadi, bahkan bila sesuatu terjadi, mereka bisa langsung bergerak. Karena situasi sudah menjadi lebih dingin ketimbang sebelumnya, Eveam ingin mengundang Hiiro ke kastil jadi dia bisa mengenalkan Hiiro ke bawahannya. Jadi Hiiro pun diminta untuk mengikuti prajurit yang dikirimnya itu.

"Ah, apa yang akan kalian lakukan?" (Hiiro)

Hiiro pun melihat ke arah Liliyn.

"Um... apakah orang-orang tersebut adalah rekan anda?" (Prajurit)

Diantara mereka ada satu orang yang tidak bisa dilihat sebagai Evilia jadi pandangan prajurit itu menjadi ragu.

"Mungkin mereka memang kenalanku." (Hiiro)

Setelah mendengar itu, prajurit tersebut pun berpikir sejenak dan berkata:

"Kalau begitu seharusnya ini bukan sebuah masalah. Kalau mereka adalah rekan Hiiro-dono, maka saya akan memandu mereka dengan senang hati." (Soldier)

"Bagitu ya. Kalian mau ikut?" (Hiiro)

Yang pertama kali merespon adalah Mikazuki.

"Kalau kau diundang ke kastil, bukankah itu berarti akan ada makanan?!" (Mikazuki)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!