#25

19.4K 944 18

Typo 999+++

Aku dah balik nih, capek banget tapi aku belain untuk update.
Jadi jangan lupa vote n commentnya yah guys, aku baca semua komen kalian dan kalau ada yang bisa aku balas bakal aku balas ;)

Happy reading~~

<•~•>

"Weh lo cowok bukan sih? Kalau dia gak mau yaudah jangan di paksa! Gak gentle banget sih jadi cowok." Teriak Willow.

"Gak usah ikut campur deh lo!" Balas Landon dengan nada yang cukup tinggi.

"Gue bukannnya ikut campur tapi gue gak suka kalau ada cowok yang sakitin cewek!"

"Gue cuman ajarin yang benar atau yang salah, asal lo tau!"

"Tapi gak usah sakitin segala bisa?!"

"Emang lo siapanya?!"

"Gue lelaki yang disukainya!"

Seketika Landon merasa hatinya hancur tapi ia tidak ingin kehancuran itu di lihat di depan wanita yang ia sukai. Di saat itu juga Werlyn terkejut, malu pada Willow dan juga tidak enak hati pada Landon.

Wendy yang masih duduk hanya diam karena ia tau kalau ia ikut campur masalah akan tambah rumit.

"Bener kan apa gue, El?" Tanya Willow sambil menatap ke Werlyn. Mata Werlyn menatap ke bawah sambil memikirkan sesuatu.

"Bener apa yang dia bilang, Lyn?" Tanya Landon yang semakin membuat Werlyn tidak tahan dengan keadaan ini. Ini menjadi semakin rumit.

"Ya gue suka Willow, tapi-" kata Werlyn terputus karena Landon langsung menarik tangannya keluar dari tempat bermain itu lalu membawanya ke mobil.

Werlyn hanya diam karena ia tau lelaki itu sedang marah. Wajar hal itu terjadi karena ini memang salahnya yang tidak memberitahu kalau ada seseorang di hatinya.

Di dalam mobil Landon langsung mengunci mobilnya dan menatap Werlyn dengan tatapan yang tidak bisa di mengerti.

"Kenapa lo gak bilang kalau...lo suka dia?"

"Gue-"

"Kenapa Lyn? Kenapa?!"

"Gue gak bisa bilang karena gue tau kalau ini bakal sakitin lo." Jawab Werlyn dengan nada yang cukup rendah.

"Tapi kalau lo bilang dari awal pasti gue akan mencoba nerimanya dengan baik-baik. Lo tau kalau sepanjang kita hidup bareng itu gue mulai ada rasa sama lo."

Deg.

"Jangan ada rasa di antara kita, kita nikah hanya selama 2 tahun gak lebih." Jawab Werlyn sambil menatap Landon dengan lirih.

"Kenapa gak bisa? Itu hal yang wajar."

"Please deh..lo tau kan kita menikah karena apa?"

"Bisa gak jangan bawa alasan kenapa kita menikah? Kita coba jalanin tanpa ada alasan itu, kalaupun lo gak ada rasa dengan gue, gue akan coba buat rasa itu muncul."

Werlyn menarik nafasnya dengan pelan. "Dengan cara apa?"

"Cinta tidak perlu cara untuk di buktikan, tinggal lo aja yang coba buka hati lo untuk gue masuk kedalamnya. Hanya itu, beri gue kesempatan tapi kalau tetap gak bisa, oke gue bakal lepas lo."

"Untuk apa gue harus punya perasaan terhadap lo?"

"Itu karena gue gak mau kehilangan seseorang untuk kedua kalinya, cukup hanya terjadi di masa kecil gue aja."

Dalam hati Werlyn penasaran dengan siapa gadis di masa lalu lelaki itu. Kalau ia bertanya takut Landon akan marah terhadapnya.

"Kalau gue boleh tau, siapa yang lo maksud di masa kecil lo?" Tanya Werlyn dengan perlahan agar lelaki itu tidak marah.

"Kalau gue kasih tau takutnya lo..." Landon menjeda ucapannya lalu menatap dalam Werlyn.

"Takut kenapa? Kan gak ada hubungannya sama gue."

Tentu itu ada, Lyn. Batin Landon.

"Masa kecil gue...gue kehilangan sahabat yang gue sayangi dan yang gue cinta. Pernah kan gue cerita sama lo tentang teman kecil gue yang amnesia? Dia itu sebenarnya adalah lo." Kata Landon.

Werlyn langsung kaget saat mendengarnya. Teman kecilnya itu dia? 

"Lo juga pernah bilang kalau lo pernah mendengar suara dua anak kecil. Itu sebenarnya memang benar, anak kecil itu gue dan lo." Tambah Landon sambil menatap Werlyn lekat. Lelaki itu mulai mengambil kedua tangan Werlyn dan ia pegang erat-erat, seakan ia tidak ingin dia pergi.

Werlyn masih diam, ia sedang memikir tentang ucapan lelaki di depannya ini.

Teman kecilnya? Amnesia? Batin Werlyn bingung. Orangtuanya belum pernah memberitahu kalau ia pernah amnesia dan memiliki teman kecil.

<•~•>

Lanjut gak?

2017.10.27

CLOSE STRANGER (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang