Prologue

14.3K 2.2K 604
                                                  

Jika kau bertanya siapa dia? Aku hanya akan menjawabmu dengan sebuah kalimat sederhana kelewat biasa, "Ia hanya pemuda dua puluh empat tahun yang terlihat begitu bersinar."

Lihat, kau bahkan dapat menemukannya hanya dalam sekali menatap dirinya.

Ia memiliki hidung yang luar biasa membuat gadis terpukau, garis rahangnya benar-benar dipenuhi ketegasan. Aku menjamin kau akan terluka jika menempatkan jari telunjukmu di atas sana.

Kepalanya dipenuhi oleh jutaan hal lucu. Pemuda menyenangkan yang selalu membawa tawa di setiap pertemuannya. Ia cukup pandai meletakkan dirinya, berada di tengah-tengah orang yang selalu menjadi yang terutama untuknya.

Jung Hoseok itu konyol. Ia akan bertingkah layaknya bocah belasan tahun hanya untuk membuat dirinya mendapat tawa yang nyaring dari sang lawan, tak pernah berhenti mendendangkan lelucon yang selalu sedap untuk didengar. Tawanya bahkan terdangar begitu gurih. Hei, aku bahkan akan sering tertawa walau hanya mendengar tawanya yang jenaka.

Jika kau bertanya seberapa aku mengenalnya, aku akan menjawab dengan satu kalimat sederhana, sebab Jung Hoseok benar-benar tak pernah pergi dari sekitarku. Ia tipikal manusia yang senang berada di keramaian. Ia menyenangi sesuatu yang mengundang begitu banyak perhatian jutaan pasang mata untuknya.

Ia senang menjadi pusat perhatian walau hanya karena kebodohannya. Aku pernah mendengarnya bernyanyi sekali dan hal itu sukses membuatku sakit telinga. Ia adalah penyanyi yang buruk, ia tahu itu, namun ketika nyanyiannya justru menjadi alat untuk memancing tawa kumpulan orang, ia akan melakukannya dengan tidak bersungguh-sungguh. Ya, Hoseok itu konyol.

Jika ia melihat presensiku, ia akan berteriak cukup nyaring di ujung koridor, berlari seperti kuda terlepas menuju ke arahku. Merangkulku dan memelukku cukup erat.

Ya. Kami memang terlihat begitu dekat, sebab pada kenyataannya aku telah ada bersamanya sejak masih menghisap dot. Aku bahkan masih ingat ketika kecil, bagaimana Hoseok kecil mencoba memperlihatkan kemaluannya yang ia gambar menyerupai gajah ke arahku. Itu akan terdengar lucu dan menggemaskan ketika kecil, namun tidak ketika besar.

Sekali lagi kukatakan, Hoseok itu gemar membuat orang disekitarnya tertawa bahkan terbahak. Jika aku bertanya mengapa ia senang melakukan hal itu, maka ia akan menjawabnya dengan begitu mudah, "Sebab aku senang ketika mendengar tawa orang lain."

Hoseok itu mudah menangis. Ia bahkan akan menangis walau hanya dengan melihat hal-hal aneh. Aku ingat ketika kita duduk di kelas tujuh saat semester genap dimulai, saat itu sedang musim kesemak. Aku dan Hoseok duduk memeluk masing-masing sekeranjang kesemak yang baru selesai dipetik di kebun belakang, mengupasnya pelan dan menggigitnya sembari duduk menyaksikan tayangan sore. Ia seketika menangis tanpa sebab, aku cukup kebingungan dan mencoba bertanya, namun rupanya ia hanya menangis sebab Spongebob akhirnya berbaikan dengan Patrick hanya karena memakai celana dalam dengan warna favorit masing-masing. Ia hanya mengatakan, "Aku benci ketika Spongebob meninggalkan Patrick, itu menyakitiku." Well, sudah kukatakan bukan Hoseok itu tidak waras.

Ini terdengar bodoh, sungguh sangat bodoh. Jung Hoseok itu benar-benar bodoh.

Kau tahu mengapa aku mengatakan bahwa pemuda dengan sejuta talenta menari dan hidup diantara orang yang mengasihinya dengan sebutan bodoh? Sebab ia adalah salah satu dari definisi kebodohan itu tersendiri.

Hei, jika kau jeli coba perhatikan senyumnya. Ya, senyum mengembang yang selalu menyilaukan itu. Apa kau melihatnya? Ia lihatlah kerutan pada sudut bibirnya, apa kau melihatnya seperti bagaimana aku melihatnya? Tentu saja kau akan menjawab ya namun aku akan menjawab tidak.

Sekali lagi jika kau bertanya padaku, "Apa kau mengenal Jung Hoseok?" maka aku akan menjawabnya dengan jawaban yang lebih sederhana dari jawabanku sebelumnya,"Ya, aku mengenalnya. Jung Hoseok, pemuda dua puluh empat tahun yang hampir tewas di lantai kamar mandi."<>

Ayey! Ada yang tertarik? Gewla, feel hobie gue kenceng :'> kalo banyak yang suka bakal lanjut, kalo engga sorry not sorry bakal parkir di garasi lagi :'>

Temporary ProblemTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang