#24

20.8K 928 13

Typo 999+++

Masih bisa up nih, sorry kalau pendek.
Happy reading ~~~

<•~•>

Jadi udah beberapa kali Werlyn, Wendy, dan Willow masuk ke beberapa toko baju tapi masih belum ada baju yang Wendy sukai. Werlyn dan Willow udah capek banget bahkan kakinya udah kayak mau patah.

Landon juga yang mulai lelah dan ia memilih untuk mengisi perutnya bentar. Tanpa ia sangka, Werlyn berserta temannya juga makan di tempat Landon makan.

"Oh shit!" Umpat Landon lalu dengan cepat ia menutupi wajahnya dengan buku menu makanan.

"Besok jemput gue yah, Wen." Pinta Werlyn sambil menunjukkan puppy eyes nya ke Wendy.

Wendy memutar kedua matanya, "kenapa gak minta sama suami baru lo itu?"

"Ogah gue minta tolong sama dia, gak akan pernah gue minta." Cetus Werlyn dengan kesal.

"Lah kalau ada yang bantu kenapa gak mau, El? Nih yah, lo tuh harusnya beruntung punya suami tampan, kaya, baik, dan tanggung jawab kayak dia." Jelas Wendy ke temannya itu.

Landon menyeringai senang saat mendengar pujian terhadap dirinya.

"Gue akui kalau dia tampan tapi kalau untuk baik kayaknya harus di tendang jauh-jauh. Dia itu Pemaksa dan Mes—eh Egois!"

"Tadi kayaknya gue denger Mes-mes gitu deh, jangan-jangan dia mesum yah?" Tanya Willow sambil tertawa kecil.

"Wah kalau iya harusnya lo tuh beruntung, El. Kalau lo gak mau tukeran sama gue aja." Kata Wendy sambil tersenyum senang.

"Yaudah gantian aja sama gue setelah dua tahun." Kata Werlyn.

"Dua tahun? Kenapa dua tahun?" Tanya Wendy dengan penasaran.

"Males gue ceritanya, nanti juga lo pada tau." Jawab Werlyn. Tidak lama kemudian, mereka mulai memilih makanan dan memesannya.

Landon hanya tersenyum tipis saat mendengar pembicaraan mereka.

Kapan kata dua tahun itu hilang? Batin Landon sedih.
.
.
.
Hari sudah menjadi gelap, tapi mereka masih saja di mall. Landon terkadang pikir apakah cewek begitu kuatnya, jalan dari hari masih terang sampai gelap seperti ini.

Oh terkecuali Willow, dia lelaki kan bukan cewek. Landon mengeluarkan handphonenya dan langsung mencari nama Werlyn lalu menelponnya.

Terhubung.

"Lyn, kamu dimana, ini udah mulai malam."

"Bukannya udah aku bilang kalau aku pulang malam jangan cariin."

"Kamu istri aku dan aku punya tanggung jawab akan itu."

"Udahlah yah, aku mau pergi dulu." Kata Werlyn lalu menutup telponnya sepihak. Landon hanya mengehela nafas lalu mulai mencari Werlyn.

Tidak perlu lama Landon mencarinya, Werlyn dan temannya ada di tempat bermain. Landon bermaksud untuk menghampiri Werlyn tapi ia mengurung niatnya.

Lelaki itu hanya ingin melihat wajah bahagia dari istrinya itu. Senyum itu jarang ia lihat karena lebih banyak amarah kalau mereka bertemu.

30 menit kemudian,

Werlyn dan temannya sedang duduk di bangku yang sediakan oleh pemilik taman bermain itu. Di saat itu juga, Landon bermaksud untuk menghampiri Werlyn dan membawanya pulang.

"Lyn, ayo pulang." Kata Landon dengan nada rendah. Werlyn yang mendengarnya sedikit kaget.

"Hah! Sejak kapan lo di sini?"

"Sejak lo keliling cari baju." Jawab Landon.

"Wah posesif banget gila, gue suka!" Seru Wendy sambil tersenyum melihat Landon. Ini pertama kalinya Wendy melihat Landon secara lansung. Biasanya gadis itu hanya melihatnya dari televisi maupum majalah.

"Gue gak mau pulang, hari ini gue mau nginep di rumah Wendy." Kata Werlyn sambil menatap Wendy dengan penuh arti. Semoga aja gadis itu mengijinkannya.

Wendy yang melihatnya hanya tersenyum sebentar ke arah Werlyn lalu menatap Landon.

"Gimana yah, El. Kayaknya gak bisa deh, semua kamar full dan juga kalau di kamar gue itu sempit banget."

"Lagipula gue gak ijinin dia nginep di rumah orang kok." Imbuh Landon lalu menarik tangan Werlyn.

Werlyn mencoba melepaskan genggaman tangannya namun tidak bisa karena semakin ia melepaskannya semakin Landon menggenggamnya dengan erat.

"Lepas!" Pinta Werlyn dengan kesal.

"Weh lo cowok bukan sih? Kalau dia gak mau yaudah jangan di paksa! Gak gentle banget sih jadi cowok." Teriak Willow.

<•~•>

Bisa double up gak yak?

2017.10.25

CLOSE STRANGER (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang