Dia ...Bab 2

1.1K 22 1


Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

JAKARTA ...rumah Ferdie.

Ferdie dan Rena duduk di sofa , menyanyikan lagu Selamat Hari Jadi yang ke tujuh belas untuk anak sulung mereka , Adit . Selesai nyanyian , Aidit menghembus lilin , memotong kek lalu menghulurkan kepada papa dan mamanya.

"Pa, ma ... makasih ya , selama tujuh belas tahun ini udah merawat saya dan Airel dengan penuh kasih sayang. Selalu memberikan yang terbaik untuk kami berdua..." Ucap Adit khas untuk Ferdie dan Rena . Suaranya dalam dan penuh ikhlas. Nampak wajahnya yang terharu dan bersungguh-sungguh.

Fredie dan Rena berpandangan antara satu sama lain dan tersenyum bangga. Adit ini anak yang tinggi budi pekertinya. Mendengar kata dan tidak pernah menyusahkan mereka. Pendek kata , mereka berdua sangat puas hati menjadi ibu bapa kepada anak sebaik Aidit.

"Sama-sama. Anak papa sekarang udah 17 tahun. Sudah boleh punya teman istimewa, calon menantu mama..." Usik Ferdie senyum –senyum, sambil mengerling isterinya.

Rena bagi jelingan manja. Aidit ketawa.

Ferdie memandang jarum jam di dinding rumah. "Ma... sudah lewat begini , mana perginya Airel. Ini kan hari jadi Adit , kenapa dia tiada ?"

"Iya...tadinya mama udah bilang, biar cepat balik soalnya kan Aidit ulang tahun, kita mau potong kue . Tapi mungkin karena enggak ada pesta jadi dia cuek aja, pa." Jawab Rena dengan nada sesal.

Anak mereka yang kedua ini , degil dan liar sedikit sikapnya. Selalu buat dia dan Ferdie bimbang . Tidak seperti abangnya yang taat. Asal-usul satu perut pun boleh macam –macam perangai. Seperti langit dan bumi perbandingan sikap antara dua beradik ini.

"Nggak apa-apa ma... mungkin dia lagi keluar sama teman-temannya. Adit okey – okey aja.."

"Eh Dit ...Nih papa mau tanya kenapa enggak mau bikin parti hari jadi ?"

Adit senyum . "Ah, buat apa sih Pa? Parti-parti segala. Adit cuma pengin celebrate sama papa dan mama aja. Karena memang orang terdekat Aidit ya cuma papa dan mama. Nggak ada yang lain ."

Tersentuh Ferdie dan Rena mendengarnya. Terasa sejuk dan nyaman hati mereka dengan anak yang seorang ini.

" Kamu bilang tadi ada perkara penting mau omongin sama mama dan papa? " Rena tiba-tiba teringat kata-kata Aidit sebelum potong kek tadi.

Ferdie pandang ke arah Adit. "Kok kayaknya penting?"

"Iya..gini pa, ma... Adit dapat tawaran program pertukaran pelajar Indonesia-Malaysia di Kuala Lumpur. Jadinya mau minta ijin dari papa dan mama untuk pergi sana... "

DiaWhere stories live. Discover now