Someone Else
...
🍁🍁🍁
"Kau tahu ? Di dunia ini ada beberapa hal yang tidak bisa kita paksakan. Seberapa keras pun kita berusaha meraihnya, kalau hal itu tidak ditakdirkan untuk kita, kau tetap tak mampu menggapainya."
"Satu hal lagi, jangan pernah berpura-pura bahwa kau tidak terluka. Tunjukkan saja kau yang sebenarnya. Biar dia tahu bagaimana seriusnya perasaanmu selama ini."
"Sejak awal aku memang selalu memperhatikanmu. Jangan khawatir, semua itu atas kemauanku sendiri, jadi jangan pernah merasa bersalah. Tersenyumlah !"
****
.
.
...
Di Taman belakang sekolah
"Aku menyukaimu !"…
"Aku sungguh-sungguh"..
"Sak-.."
"Aku tahu, kau sudah mengatakannya. Empat kali, terhitung yang tadi.."
"Maka dari itu, kumoh-…"
"Ku mohon berhenti melakukan hal yang sama. Kau sudah mendengar jawabanku sebelumnya kan. Aku tidak akan merubah keputusanku berapa kalipun kau mengungkapkannya !"
Pemuda itu meremas sedikit ujung seragamnya. Kepalanya tertunduk, menatap sepatu birunya yang sedikit berdebu karena jalan yang dilaluinya tadi. Ia enggan menyela kata-kata yang dilontarkan oleh gadis yang sedari tadi berdiri malas di depannya.
"Aku harap kau bisa mengerti ! Jadi….." Jeda sejenak sebelum gadis itu melanjutkan kalimatnya. Ia menghela nafas lelah.
"Berhentilah mengejarku ! "
Dan dengan begitu, si gadis langsung membalikan badan, melangkahkan kaki jenjangnya kemudian meninggalkan pemuda itu sendirian.
"Hmm, ditolak lagi ya". Gadis pirang itu bergumam lirih, kemudian berlalu meninggalkan pemandangan yang baru saja dia lihat dari lantai dua gedung sekolahnya itu.
*****
Kringgggg….
Dering bell yang menginterupsi kegiatan siswa-siswi di salah satu Sekolah Menengah Atas kota Konoha itu berdering lantang, menandakan jam istirahat baru saja berakhir.
Seorang pemuda bersurai cokelat berjalan dengan langkah gontai menuju kelasnya. Raut wajahnya tak terbaca, tapi sekali lihat kau bisa tahu jika pemuda itu sedang tidak baik-baik saja. Iris karamelnya bergulir pelan menyusuri setiap inchi ruangan yang baru saja dimasukinya.
Ia bisa melihat teman sekelasnya mulai mendudukkan diri satu per satu di kursi masing-masing. Pemuda itu pun mengambil inisiatif yang sama dengan apa yang dilakukan teman-temannya.
Mendekat ke bangkunya, ia menghempaskan tubuhnya kasar, sejurus kemudian kepalanya sudah tergolek lemas di atas meja. Ia memejamkan mata, mencoba mengusir kekacauan yang saat ini mendominasi otaknya.
YOU ARE READING
Someone Else
FanfictionKau tahu ? Di dunia ini ada beberapa hal yang tidak bisa kita paksakan. Seberapa keras pun kita berusaha meraihnya, kalau hal itu tidak ditakdirkan untuk kita, kau tetap tak mampu menggapainya. Naruto @ Masashi Kishimoto Ino Yamanaka x Kiba Inuzuka ...
