Bab 1 ~ Sampah

62.4K 2.9K 103
                                                  

𝓙𝓲𝓴𝓪 𝓪𝓭𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓼𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓪𝓽𝓪𝓾 𝓴𝓾𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓬𝓸𝓬𝓸𝓴, 𝓴𝓪𝓵𝓲𝓪𝓷 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓴𝓸𝓶𝓮𝓷 𝓫𝓾𝓪𝓽 𝓫𝓮𝓷𝓮𝓻𝓲𝓷

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𝓙𝓲𝓴𝓪 𝓪𝓭𝓪 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓼𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓪𝓽𝓪𝓾 𝓴𝓾𝓻𝓪𝓷𝓰 𝓬𝓸𝓬𝓸𝓴, 𝓴𝓪𝓵𝓲𝓪𝓷 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓴𝓸𝓶𝓮𝓷 𝓫𝓾𝓪𝓽 𝓫𝓮𝓷𝓮𝓻𝓲𝓷.. 𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓴𝓼💕



Mu fu

𝙵𝚞 : 𝚃𝚎𝚖𝚙𝚊𝚝 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊𝚕 𝚙𝚊𝚛𝚊 𝚙𝚎𝚓𝚊𝚋𝚊𝚝 𝚝𝚒𝚗𝚐𝚐𝚒 𝚍𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚜𝚊𝚠𝚊𝚗.

Matahari terbenam di halaman belakang. Malam hari di sini sangat tenang sehingga hanya gemerisik dedaunan yang bisa didengar.

"Yang Mulia, apakah kita benar-benar melakukan inu? Lagi pula, Anda masih bertunangan dengan kakak saya." Gadis muda itu tersipu dan mengangkat kepalanya dengan malu-malu saat dia menyandarkan tubuhnya yang lembut ke dada pria itu. "Jika hubungan kita diketahui oleh kakak,"

"Apakah yang kau maksud Sampah yang tidak berguna itu?" Pria itu mengerutkan kening, wajah tampannya menunjukkan rasa jijik setelah mendengar itu. "Ketika kita bersama, kau tidak boleh menyebutkan gadis yang menjijikkan itu padaku. Sedangkan untuk pertunangan, itu tidak ada artinya untukku. Ben Wang* akan membatalkannya suatu hari nanti. Bagaimana bisa Sampah seperti dia menjadi istriku?! Ting-er**, percayalah, Ben Wang akan memberimu identitas yang sah. Hanya kaulah yang dapat bersanding denganku!"

*𝙱𝚎𝚗 𝚆𝚊𝚗𝚐 : 𝚂𝚊𝚢𝚊/𝙰𝚔𝚞 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚎𝚛𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚋𝚞𝚝 𝚍𝚒𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊.

**𝙼𝚎𝚗𝚊𝚖𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 -𝚎𝚛 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚗𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚎𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚊𝚠𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚊𝚢𝚊𝚗𝚐/𝚔𝚎𝚒𝚗𝚝𝚒𝚖𝚊𝚗.

"Yang Mulia," Hati Mu Ting Er tersentuh. "Tidakkah ini masih terlalu tidak adil untuk kakak saya? Dia masih kakak saya."

Mendengar kata-katanya, pria itu memeluk lebih erat dan berkata dengan lembut, "Ting-er, kau terlalu baik. Ini adalah keberuntungannya untuk memilikimu sebagai saudaranya. Jika dia masih tidak mengenali niat baikmu, jangan salahkan Ben Wang karena kejam!"

Mu Ting Er menangis dengan menundukkan kepalanya ke dada pria itu, tapi pada saat yang bersamaan bibirnya membentuk ejekan. Rencananya berhasil.

Pada saat ini, mereka mendengar jeritan.

"Aaa! Kalian berdua ... kalian berdua ..."

Mu Ru Yue menutup mulutnya dengan rapat saat dia menatap tak percaya pada perzinahan di depannya. Pasangan itu benar-benar telanjang bulat. Air matanya mengalir tak terkendali. Pada saat ini, jantungnya terasa telah ditusuk dengan kejam.

Pria itu mengerutkan kening, dan menggunakan sehelai pakaian di sisinya untuk menutupi tubuh keduanya. Dia menatap Mu Ru Yue sambil mengerutkan kening, mengungkapkan rasa frustrasi dan jijik yang tak tergoyahkan.

"Sudah lama kukatakan untuk tidak muncul di depanku! Sekarang, kau benar-benar telah mengganggu Ting-er dan Ben Wang. Jika bukan karena kau adalah putri keluarga Mu, kau tidak akan hidup sampai hari esok!"

Melihat pria itu melindungi Mu Ting Er dalam pelukannya, Mu Ru Yue menggigit bibirnya dengan keras, matanya memerah dan penuh dengan air mata kekecewaan.

Kata-kata pria itu seperti pisau tajam yang dengan kejam menusuk hatinya, membuatnya merasa bahwa dia sangat menderita sehingga dia tidak ingin terus hidup.

Jadi, di dalam hatinya, aku hanya orang yang tidak penting. Lalu mengapa dia memperlakukanku dengan baik saat berusia kurang dari 5 tahun? Jika bukan karena kebaikannya itu, aku tidak akan menyukainya.

Namun, setelah bakat bawaannya diuji saat berumur lima tahun, dia mengetahui bahwa semua otot dan meridiannya diblokir, membuatnya menjadi sampah yang tidak berguna. Semua kelembutannya meninggalkannya saat itu.

𝙼𝚎𝚛𝚒𝚍𝚒𝚊𝚗 𝚊𝚍𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚓𝚊𝚛𝚒𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚗𝚢𝚊 𝚌𝚑𝚒 (𝚎𝚗𝚎𝚛𝚐𝚒/𝚔𝚎𝚔𝚞𝚊𝚝𝚊𝚗) 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚋𝚊𝚛 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚝𝚞𝚋𝚞𝚑.

"Diam!"

Tiba-tiba muncul suara teriakan, membuat Mu Ru Yue ketakutan. Dia tidak tahu apa yang salah dari perkataannya, jadi dia menoleh ke belakang dengan perasaan terluka. Wajahnya menjadi pucat pasi.

Ye Tian Feng melihat Mu Ru Yue dengan jijik dan mencemoohnya, "Mu Ru Yue, apa yang kau miliki yang bisa dibandingkan dengan Ting-er? Kau bahkan tidak pantas dibandingkan dengan sepatunya!"

"Yang Mulia," Mu Ting Er buru-buru menahan Ye Tian Feng. "Yang Mulia, tolong berhenti. Saya yang salah. Seharusnya saya tidak ... seharusnya saya tidak setuju dengan Yang Mulia. Ting-er selalu berpikir bahwa cinta kita akan diberkati oleh semua orang, tapi saya lupa bahwa kakak saya sangat mencintai Anda. Yang Mulia, saya mohon agar Anda berhenti menyakiti kakak saya. Dia gadis yang baik."

Air mata yang mengalir di atas lekukan lembut wajahnya yang indah, membuat hati Ye Tian Feng sakit.

[B1] Enchantress Amongst Alchemists: Ghost King WifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang