10

10.9K 1.2K 181

"Gar!"

"Kenapa, Ra?"

"Ugh," Ara terlihat berpikir sambil menatap wajah Edgar intens, namun dengan tatapan gusar, "kamu ... ada sesuatu ya sama Kak Andrew?"

Edgar terdiam kemudian berdeham pelan karena tenggorokannya mendadak dilanda kekeringan. Ia sedikit menelan ludahnya kasar guna membasahi kerongkongannya. "Ada sesuatu gimana, Ra?"

"Ya sesuatu, Gar! Kalian ada insidenkah? Kalian ada hubungankah? Atau mungkin ada apa gitu? Aneh aja gitu sama tingkah kalian yang mendadak aneh. Kayak ketuker, deh!"

"Ah, itu perasaan kamu aja kali, Ra!"

"Nggak, Edgar! Kalian tuh kayak berubah! Ketuker! Kalian tuh mirip sama film yang aku tonton dulu."

"Film apa, sih? Kamu keseringan nonton, tuh! Makanya imajinasi kamu ke mana-mana."

"Kamu ... suka ya sama Kak Andrew?"

"Idih, nggak! Enak aja!"

"Ngak—"

"Edgar dicari Bu Anfila, tuh!"

Astaga, Bu Anfila memang penyelamat Edgar. Sudah kedua kalinya ia dipanggil Bu Anfila di saat-saat butuh pertolongan macam ini.

Edgar bernapas lega dan berjalan keluar kelas sambil mengusap dadanya pelan, 'uh, hampir aja..'

Lah? Hampir apa, Gar?

-

"Ara!" Ara menoleh saat melihat Edgar berjalan menghampirinya dengan motor matic keramatnya. "Pulang bareng, yuk!"

"Ayok!" balas Ara menyetujui ajakan Edgar dan segera menaiki motor Edgar. Ya iyalah, harusnya nggak usah diperjelas lagi ya-_- "Kebetulan supir aku lagi nggak bisa jemput, nih!"

Edgar tersenyum sumringah. Ah, indahnya hidup ini bisa ngebonceng gebetan yang super manis kayak Ara gini. Lihat! Edgar masih normal 'kan?

Masih normal belum jadi homo.

Eh? Lho?

-

"... Haha, kamu bisa aja sih, Gar!"

"Ih bisa apaan co—" Edgar terpaksa menggantungkan kata-katanya saat motor yang tadinya berjalan mulus di aspal mendadak tersendat-sendat dan ... mati, "lho? Lho? Ini motor kenapa lagi?" Edgar panik.

Ah, jangan bilang motor ini berulah lagi. 'Tolong jangan sekarang,' batin Edgar. Kan tengsin banget kalau mogok di saat lagi masa pedekate kayak gini.

Nyebut Edgar, nyebut! Inget, Ara udah punya pacar.

Inget! Pacar Ara tuh ganteng, tinggi, macho. Lah? Kenapa Edgar jadi mikirin pacar Ara? Nggak mungkin juga ya Edgar naksir sama si doi. Tenang, Edgar nggak sejablay itu, kok! Dia kan jablay-nya cuma sama Andrew aja. Eh?

"Kenapa, Gar?"

"Haha ...." Edgar tertawa canggung. Mau jujur, bilang kalo si motor lagi mogok, tapi dia malu. Bisa turun derajat dia di dunia persilatan. Eh maksudnya di mata Ara. Mau bilang kalo si motor cuma kurang dipanasin, terus bakal bisa nyala bentar lagi juga mustahil. Belum tentu sejam ke depan itu motor nyala. Ah, dasar motor laknat.

"... Gar?"

"Eh, Ra! Anu, kayaknya ... motornya mogok, deh ... hehe ...." Lagi-lagi Edgar cengengesan. Edgar kalo gugup emang suka gitu, suka cengengesan nggak jelas. Makin keliatan hyper jadinya.

Oh, Her Brother!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang