Do you know what?*11*

776 25 2


I'm not tired of loving, i'm just tired of crying, trying and waiting

*******

"Jadi.... Sebenarnya apa yang terjadi... Kenapa kau..." ucap Daren tak menyelesaikan ucapannya.

"Ceritanya panjang..." jawab Bella lesu.

"Tak apa... Aku mendengarkan" ujar Daren meyakinkan dengan tatapan teduh.

Di sebuah kafe yang terletak tak jauh dari rumah Bella, mereka duduk berdua di salah satu meja pelanggan dengan diiringi alunan hujan yang tengah membasahi bumi pertiwi.

Sembari menikmati dinginnya senja sesekali memandangi orang-orang berlalu lalang dengan membawa payung mereka masing-masing.

"Jadi... Kau seperti ini karena kakakmu membawa perempuan kerumahmu... Lalu....apa salahnya dengan itu semua? Bukankah itu hal yang wajar? Kenapa kau sampai sebegitunya karena hal itu?" tanya Daren bertubi tubi namun secara halus dan berusaha untuk tidak menyinggung perasaan lawan bicaranya itu.

"Entahlah... Aku hanya merasa tidak suka, bila kakakku dekat dengan perempuan selain aku.... Selain itu aku juga takut bila mereka akan pergi meninggalkanku" jawab Bella lesu.

"Tu-tunggu... Kau bilang kau tak suka bila kakakmu dekat dengan wanita lain, kau takut bila mereka meninggalkanmu...." jeda Daren.

"Jangan-jangan............ Kau brother complexs?!" sambung Daren kembali ke dirinya yang frontal.

Degh!!

Bella yang mendengar perkataan Daren pun terkejut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bella yang mendengar perkataan Daren pun terkejut. Bahkan ia sendiri tak tau bila ia mengidap hal semacam itu. Bella pun hanya bisa menundukkan kepalanya.

"E-enggak kok!" ujar Bella dengan wajah merona.

"Wah... Kau suka pada kakak kakakmu sendiri... Mengerikan...." ucap Daren menatap Bella dengan tatapan jijay.

"Enggak!! Aku gak mungkin suka sama kakakku sendiri! L-lagipula aku hanya takut kehilangan mereka gak lebih!" elak Bella dengan wajah yang kian memerah.

"Namanya juga Brocom! Pastilah mereka memiliki perasaan lebih pada saudara mereka" sanggah Daren.

"Ih! Sudah kubilang enggak!! Au ah! Serah!" marah Bella memalingkan pandangannya ke arah lain.

Untuk sesaat Daren terdiam dan menatap Bella yang tengah memalingkan wajah merahnya ke arah jendela yang ada di samping tempat duduk mereka.

Melihat sisi lain Bella yang nampak seperti anak kecil ini, membuat Daren tersenyum. Diusapnya puncak kepala Bella dengan lembut.

"Iya iya.... Aku percaya kok" tanpa menghapus senyuman yang tertampang di wajahnya.

Seketika wajah Bella memanas, menerima perlakuan itu dari Daren.

BroSist ComplexsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang