Chapter 3 : Arkan

2.3K 65 5

Malam ini, cowok berambut hitam itu sedang sibuk bersama tugas sejarah kelompoknya. Matanya sibuk menatap rentetan materi yang sudah ia kerjakan ke dalam power point. Tinggal satu slide lagi, tugasnya benar-benar usai untuk malam ini.

Disaat sedang fokus-fokusnya, sebuah pesan membuyarkan fokusnya. Ponselnya berkedip dan terpampang nama Ardian disana.

Ardian Denandra : WOI TUGAS SEJARAH UDAHAN BELOM? SAMPE BELOM, GUA GOROK LU

Arkan terkekeh pelan. Seharusnya, tugas sejarah kelompoknya sudah selesai dua hari lalu dan sudah siap dikirim ke gurunya untuk nilai tambahan. Namun, karena Arkan belum menyelesaikan tugas yang menjadi bagiannya, dengan terpaksa, kelompoknya juga mengundur waktu pengumpulan tugas tersebut.

Arkan Putranto : udah yank

Ardian Denandra : YE NGOMONG SEKALI LAGI BSK GUE GUSUR LU

Ardian Denandra : kalo udah kirim email gua buru

Arkan Putranto : kok ga tampol aja di?

Ardian Denandra : yeee kuda kepang ning nang ning nung jgn bikin gw sensi dah

Arkan Putranto : Allahuakbar, itu yg bocah blg 'mau liat contoh kuda kepangnya?' trs kaya bocah kesambet yaAllah

Ardian Denandra : y yg bch bisk*uat

Arkan terkekeh. Selain Gibran yang sering membuatnya tertawa, Ardian juga sering membuatnya tertawa. Kalau Revan sih juga sering. Tapi receh.

Ngomong-ngomong, mereka berempat sudah bersama dari awal masa orientasi siswa yang sekarang dikenal dengan sebutan MPLS. Mulai dari adegan telatnya Gibran dan kelakuan ajaib Gibran yang membuat OSIS geram bukan main, Revan yang disuruh maju ke depan satu angkatan dan menyanyikan lagu dangdut, Ardian yang kalem-kalem aja dan dimodusin kakel dan Arkan yang telat dateng juga bareng Gibran. Dari situlah, awal kedekatan mereka. Setelah itu, ia dekat dengan Kara yang merupakan sahabat Revan. Lalu, ia mengenal ... Milea.

Hah?

Milea?

Kenapa jadi Milea?

Ia menepis perasaan anehnya jauh-jauh. Ia dan Milea hanya sebatas teman sekomplek yang hanya berbeda satu blok saja. Yang baru mengenal saat pertama kali masuk SMA. Yang sempat ia antar pulang ke rumah beberapa waktu lalu.

Arkan menggelengkan kepalanya. Ia kemudian membuka akun instagramnya. Mencoba mengalihkan pemikirannya tentang gadis berwajah manis itu. Namun, baru saja membuka instagramnya, langsung foto gadis itu terpampang dihadapannya.

 Namun, baru saja membuka instagramnya, langsung foto gadis itu terpampang dihadapannya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

mileana.a candid by @karavalera

Milea lagi.

Daripada otaknya dipenuhi nama Milea, lebih baik Arkan mengirim tugas sejarahnya yang sudah selesai via email. Ia mematikan ponselnya dan menaruh laptopnya diatas kedua kakinya yang tengah bersila.

Hujan & SenjaWhere stories live. Discover now