#10

33.4K 1.6K 47

TYPO 999+++

Semoga gak bosen sama chapter ini karena SOOOO PANJANGGGGG ;)

Biasakan tekan tombol bintang sebelum membaca,
Thankyou ;)

<•~•>

Lelaki itu meletakkan tubuhnya ke kasur dengan hati-hati. Setelah itu ia mendudukkan dirinya juga di sebelahnya.

Ia tersenyum kecil lalu mendekatkan dirinya ke gadis itu lalu mengecup singkat pada dahinya, setelah itu tidur di sebelahnya dengan posisi ia memeluk Werlyn dari belakang.

Mari kita bertemu di mimpi. Batin Landon lalu mulai memasuki mimpinya.

<•~•>

Bukan sinar matahari yang membangunkan gadis itu, melainkan karena rasa panas di tubuhnya, ia membuka matanya perlahan. Tubuhnya merasakan ada yang mengganjal, tangan yang melingkar pada perutnya, dan juga hembusan nafas hangat di kulit wajahnya. Dengan cepat Werlyn merontah dan mendorong lelaki di belakangnya.

Suara ringisan lelaki itu terdengar karena bokongnya yang mendarat duluan. Rasa kesal langsung menyelimuti lelaki itu, namun seketika menghilang saat mengetahui siapa yang mendorongnya.

"kau mengganggu tidur! dan juga pantatku sakit karena kau! kau harus menggantinya!"

"ini salahmu! untuk apa aku menggantinya, siapa suruh kau memelukku, dan juga kenapa kau bisa di sini?"

"apa kau lupa dengan janjimu kemarin? masih muda tapi udah lupa." balas Landon dengan kekehan di belakangnya.

"orang lupa itu wajar, sudahlah jangan buat moodku yang baik menjadi buruk hanya karena lelaki sepertimu!" kata Werlyn lalu berjalan masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.

Satu hal yang gadis itu lupakan adalah ia lupa membawa pakaian lagi. betapa cerobohnya gadis itu, ia masih belum terbiasa tinggal disini. Selesainya membersihkan dirinya, ia keluar dengan bathrope putihnya dan berjalan ke tas yang berisikan pakaian yang kemarin baru ia ambil sebelum ke sekolah.

" kebiasaan kau yang aru kutahu adalah kau selalu lupa membawa pakaianmu dan selalu memakai bathrope. Kau tau dengan bathrope itu kau terlihat..." Landon memutuskan ucapannya lalu mendesah sebentar.

"Ya! aku tau kelanjutannya, aku tidak mau mendengarnya. Lebih baik kau keluar karena aku ingin ganti  baju." selah Werlyn lalu berjalan ke arah Landon dan mendorongnya keluar. Landon menahannya dan membalikkan badannya menghadap Werlyn.

"wait, wait. Gue cuman mau bilang kalau jangan lupa sama janji lo yang kedua, gue tunggu di ruang sarapan." kata Landon sembari menyeringai kecil lalu pergi dari kamar.
.
.
.
Werlyn keluar kamar dengan seragam sekolahnya dan tas punggungnya, ia menuruni tangga dengan gontai mengingat ia harus memebuat sarapan untuk Tuan Pemaksa itu. Gadis itu sudah sampai di dapur setelah meletakkan tasnya di ruang tamu. Bahkan sekarang ia tidak tau harus membuat sarapan apa untuknya.

sebuah ide muncul dalam pikirannya, ia akan mengerjainya. Tapi ia mengurungkan niatnya, mungkin ide ini akan bagus kalau di lakukan saat malam nanti.

Gadis itu akan membuat roti dan dua gelas susu untuk dirinya dan Tuan Pemaksa. Selesai membuat roti, gadis itu membawanya ke Landon lalu memberikannya dengan meletakkannya dengan kasar.

" Tampak sangat sopan, Gadis keras kepala." tutur Landon dengan datar.

"masih bagus gue buatin, Tuan Pemaksa." balas Werlyn sembari meminum habis susunya lalu mengambil sarapannya dan pergi dari penthouse itu.

CLOSE STRANGER (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang