#9

30K 1.9K 19

Typo 999+++

Semoga gak bosen sama ceritanya yah ;)

Biasakan tekan tombol bintang sebelum membaca,
Thankyou ;)

<•~•>

Landon melepas kaca matanya, " Bisa kalian bantu gadis yang berada di tengah itu untuk ke hadapanku?" Katanya.

Werlyn yang memang peka, merasa tidak tenang. "Pergilah kesana, betapa beruntungnya dirimu." Kata seseorang lalu menarik Werlyn ke hadapan Landon.

"Bagaimana? Bukankah aku 'calon tunangan' yang baik?" Tanya Landon ke Werlyn sembari menyunggingkan bibirnya.

Werlyn memutar kedua matanya dengan malas. Dengan di tengah-tengah kerumunan gadis itu sangat ingin melakukan sesuatu kepada lelaki itu, tapi itu tidak memungkinkan. Bukan waktu yang tepat.

Gadis itu tersenyum dengan maksud di belakangnya, mungkin malam ini akan menjadi malam yang sedih bagi pria itu. Gadis ini memiliki rencana yang sangat bagus untuk lelaki itu. Lihat saja nanti.

"Oh sangat baik sekali, sampai-sampai aku ingin menghilangkan kata calon tunangan di dalam kalimatmu." Kata Werlyn dengan ironinya.

"Tapi itu fakta bukan?"

"Ya iya kau selalu bilang seperti itu. Memang fakta tapi aku tau dalam hati kau tidak pernah menerimanya bukan? Buktinya kau selalu menekan ucapanmu pada bagian itu."

"Apa aku harus membuktikannya?" Tanya Landon dengan kekehan di akhirnya. Ia memiliki ide bagus untuk ini.

"Terserah, kapan kau akan membuktikannya?" Tantang Werlyn dengan senyuman sinisnya.

"Maybe...sekarang." Kata Landon lalu langsung mencium gadis itu secara tiba-tiba. Werlyn membulatkan kedua matanya dengan sempurna, mendadak ia menyesal dengan keputusannya untuk menantangnya.

Seiring mereka berciuman banyak suara riuh yang menyoraki mereka. Rasa malu menghampiri Werlyn dan langsung mendorong tubuh Landon menjauh.

"Apa itu cukup?" Tanya Landon dengan tenang.

Werlyn tidak dapat menahan semburat merah pada wajahnya, ia mengigit bibir bagian bawahnya lalu menatap Landon dengan kesal. Ini sudah ketiga kaliya lelaki itu melakukannya.

"Au ah, cepet masuk!" Kata Werlyn lalu memasuki mobil dengan wajah kesal dan malunya.
.
.
.
Di dalam mobil, Werlyn masih sangat kesal dengan Landon, bahkan keduanya belum berbicara lagi sejak pergi dari sekolah itu. Dalam hati Landon, ia merasa sudah berhasil untuk mengusilinya.

"Bisa gak sih gak usah senyum-senyum sendiri, kayak orang gila aja."

I'm crazy because of you. Batin Landon.

"Dari kemaren lo marah terus, nanti cepet tua."

"Jangan buat mood gue tambah buruk!"

"Iya iya, gue beliin es cream yah?"

"Emang gue anak kecil yang kalau lagi marah di beliin es cream? Gue maunya nonton bioskop."

CLOSE STRANGER (COMPLETED)Baca cerita ini secara GRATIS!