Seoul , june 2017

Prang !

Suara piring dan gelas kaca jatuh menggema di seluruh ruangan. Pekikkan seorang wanita menambah estetensi mereka sekarang menjadi pusat perhatian semua orang

"yaampun gaunku !"

"yak ! apa kau tidak punya mata hah? Lihat gaun ku rusak !" bentaknya

Yang di bentak hanya bisa menunduk takut "maafkan saya Nyonya, saya tidak sengaja"

"maaf kata mu?! Enak sekali, kalau maaf saja bisa menyelesaikan urusan mungkin kantor polisi tidak akan di buka!"

"aku tidak mau tau kau harus mengganti gaun ku !" lanjutnya

"Maafkan saya Nyonya. Tapi sekarang saya tidak mempunyai uang u-untuk mm-mengantinya" sambil terbata-bata

Kilatan marah dari wanita yang di panggil Nyonya tersebut terpancar semakin jelas mendengar perkataan sang pelayan "aku tidak perduli ! sekarang panggil manajer restoran ini ! cepat panggil !" dengan nada membentak yang tidak terbantahkan

Tok.. tok.. tok..

Suara ketukan Heals berbenturan dengan marmer kramik restoran menggema karna situasi restoran ini senyap sendari insiden tadi

"saya manager disini. Ada masalah apa Nyonya" katanya dengan senyum sopan sambil membungkuk sedikit guna memberi salam

Wanita yang di sebut Nyoya tersebut karna ia salah satu pelanggan restoran itu memandang sang manajer dengan tatapan mencemoh

"jadi kau manajernya?"

"aku ingin kau memecat nya" tunjuknya pada sang pelayan. Yang di tunjuk hanya menatap ketakutan

Dengan senyum yang masih terpantri di bibirnya sang manajer berbicara sopan "saya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang di buat salah satu pegawai kami. Sebagai gantinya kami akan mengganti harga gaun anda yang rusak Nyonya"

"tidak perlu mengganti gaun ku. aku hanya ingin pelayan ini di pecat ! bisa-bisanya restoran ini mempekerjakan pelayan tidak becus seperti dirinya nya !"

"saya meminta maaf nyonya. Saya akan menegurnya nanti Nyonya"

"yak ! apa kau tidak paham hah? Aku bilang pecat pelayan itu sekarang !!!"

"sekali lagi saya meminta maaf atas insiden tadi Nyonya" membungkuk

"tapi, soal pemecatan pegawai itu biarlah menjadi urusan saya. Saya yang memutuskannya" lanjutnya sopan

"APA?! Beraninya kau menentang ku!"

"saya meminta maaf Nyonya. Tapi saya tidak bisa memecat pegawai saya yang tidak bersalah"

"apa maksudmu?! Jadi aku yang salah huh?! Iya? Begitu?!"

"maaf Nyonya, tapi bukan pegawai saya yang menabrak anda. Melainkan anda yang tidak hati-hati tadi berbalik" masih menjawab dengan tenang dan sopan. Bahkan tidak ada unsur emosi di setiap perkataanya

"hahaha.. lucu sekali" tidak ada yang lucu tapi entahlah wanita itu tertawa dengan nyaringnya. Beberapa tamu yang makan masih memperhatikan mereka seperti orang yang sedang syuting drama

"apa kau bodoh? Kau pikir aku sengaja menabraknya dan membuat gaun ku rusak huh jalang?!"

Entah lah sadar atau tidak tangan nya terkepal saat mendengar wanita tersebut menyebutnya jalang. Masih mempertahankan senyum ia menjawab "pada dasarnya anda memang salah Nyonya"

"Apa makk-"

"anda terlalu malu mengakui kesalahan anda maka dari itu anda limpahkan kesalahannya kepada pegawai kami" potongnya cepat

"sialan beraninya kau!" suaranya naik satu oktaf

"jika anda tidak percaya anda bisa tanyai pelanggan disini atau tidak kita bisa keruang control untuk melihat rekaman cctv kalau anda mau Nyonya"

Suara bisik bisik di dalam restoran itu membuat sang wanita yang di panggil Nyonya barusan merasa terpojok. Harga dirinya merasa dilukai oleh pegawai rendahan yang tidak sebanding dengan dirinya

"BERANINYA KAU !!!"

Byurrrr !

Semua orang tercengang dan beberapa orang disana terpekik kaget. Air dalam gelas tadi sukses membasahi wajah wanita yang berprofesi menjadi manajer restoran tersebut

"kau pikir kau siapa huh? Sadar lah kau itu orang rendahan ! berani sekali berbicara pada ku !"

"dan ini untuk bayaran gaun ku yang rusak"

PLAK !

Sebuah tamparan sukses mengenai wajah nya. Ia merasa di permalukan sekarang tapi dirinya sadar ia tidak bisa melawan walaupun dirinya ingin. Ia hanya bisa mengeratkan kepalan tangannya sampai buku-buku jarinya memutih.

Selalu seperti ini saat dirinya berusaha bertindak benar. Tapi status social selalu menjadi sandungan niat baiknya. Dan berakhir seperti ini

Sebuah jas terlampir di pundaknya, membuat dirinya segera menoleh.

Deg !

Tubuhnya langsung kaku mengetahui siapa yang menyampir kan jas di pundaknya. Pandangan matanya terkunci oleh mata yang selama ini dia rindukan

"kau baik-baik saja?" suara lembut tersebut masuk ke indra pendengaranya. Mendadak ia merasa tuli akan suara sekitar. Hanya suara pria itu yang bisa di dengarnya jelas

Aku bertemu lagi dengannya

Selalu saat keadaan ku memalukan

Tidak pernah sekalipun aku melupakannya bahkan berhenti merindukanya

Aku ingin bertemu dengannya Walau hanya kebetulan

Cinta musim panas ku

Di penghujung masa muda ku

Di usia 29 tahun ku dulu

'aku tidak pernah baik-baik saja... setelah kau pergi' batin ku

Aku langsung berbalik dan berlari dari sana tampa pikir panjang. Bisa aku dengar seseorang menyebut nama ku di belakang tapi ku hiraukan. Yang aku mau hanya pergi dari sana secepatnya. Aku tidak tau aku harus bereaksi apa. Apakah aku Marah? Sedih? Senang? Yang aku inginkan hanya sendiri saat ini

Summer Love Baca cerita ini secara GRATIS!