[2] Olahraga

95.3K 17.2K 13.3K
                                    


"Woy oper ke gua bolanya, Jat!" teriak Mail ketika melihat Ijat yang hanya melongo seperti kesurupan awkarin, hantu rumah kosong pinggir rumahnya.

"Lelet lu ah." Upin menyerobot bola Ijat, membuat Dzul menghampiri Ijat alih-alih menjaga gawang.

"Jat, lu kenapa? Gak biasanya." ucap Dzul khawatir

"Ga---gawang kamu, Dzul." alih-alih menjawab, Ijat malah kaget dengan apa yang dilakukan Dzul.

"GOOOLLL" serempak team 1 yang terdiri dari Hasan, Upin, Ahmad, Ekhsan, Fizi bersorak gembira. Lain halnya dengan team 2 yang terdiri dari Ijat, Dzul, Ipin, Jarjit, dan Mail yang berdecak kesal.

"Woy Dzulmaho! Anj*ng lu ya, beg*" Mail berteriak murka membuat Jarjit mengeluarkan sabda,

"Satu dua tiga---"

"Diem lu setan!" Mail memotong sabda Jarjit. Ia tahu kondisi, jika Mail marah maka apa pun yg menghalanginya akan kena semprot. Bisa-bisa konde kepala Jarjit bakal Mail goreng terus dijual dua singgit.

"Maaf, gua suka lupa kondisi kalo menyangkut Ijat." Dzul merasa bersalah, Mail geram.

"Udahlah Mail, istirahat dulu yuk." lerai Ipin sebelum terjadi keributan. Mail pergi tanpa seucap kata.

"Nih." gadis dengan jepit merah di poninya memberikan tea jus apel, minuman favorit Mail.

"Jangan terlalu emosi, itukan cuma permainan." sabdanya membuat Mail yang sedang kesal tambah kesal.

"Ngapain sih, ngikutin gua ya lu?"

"Kebetulan gue lewat taman, eh liat genderuwo lagi murung di bawah pohon. Ya gue kasian kan, terus gue samperin." jawab Susanti dengan santainya.

"Gue gak butuh rasa kasihan lo."

"Oke, no problem. Gue pergi kalo gitu. Dan maaf buat segalanya." Susanti tersenyum paksa seraya pergi berlalu meninggalkan Mail yang terpaku.

"Kenapa lu harus kembali, San? Gua hampir bangkit, tapi kayaknya gua kembali jatuh kedua kalinya sama orang yang sama." Batin Mail tambah murung selepas kepergian Susanti.

Mei-mei yang berada tepat di balik pohon sandaran Mail menegang, ia sudah menduga bahwa Mail dan Susanti si murid pindahan punya hubungan di masa lalu dan itu membuat Mei-mei merasa nyeri di bawah kiri dadanya.

Memikirkannya membuat Mei-mei frustasi, ia kira, sikap kasar Mail pada Susanti bukan karena sebab.

Mei-mei memutuskan untuk kembali ke kelas dengan membawa air mineral yang tadinya untuk Mail.

Ah kenapa jadi cerita menyedihkan woe wkwwwk

When Upin Ipin Are AdultTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang