4. Janji

52 21 12
                                        

Happy reading...

---

Janji adalah hutang bukan?

---

Nadhia tampak gelisah, sedari tadi ia terus melihat jam tangannya. Nadin menyaksikan adegan tersebut sambil mengerutkan jidatnya.

"Pulang masih lama kali, Nad."

"Hm... rasanya pingin minjem mesin waktunya Doraemon biar cepat pulang." Nadhia melipatkan tangannya ke meja dan memalingkan mukanya.

Nadin mengerti mengapa Nadhia bersikap seperti ini.

Sedari pagi, Nadhia terlihat bahagia dan selalu tersenyum. Awalnya Nadin mengira ia mendapatkan hadiyah dari kakak tercinta nya yang berada jauh di Uk atau mendapat voucher gratis di sebuah kedai es krim kesukaannya.

Tapi, Nadin salah. Nadhia terlihat bahagia karena ia akan bertemu Bintang di taman kemarin. Seperti janji Nadhia dan Bintang.

Nadhia tak sabar untuk bertemu Bintang.

"Nad, fokus dong. Dari pagi sampe sekarang gak ada satupun pelajaran yang lo perhatiin."

"Ya gimana, Din, tapi gue terlalu bahagia untuk menunggu detik-detik bertemu Bintang. Kira-kira dia bakalan makin ganteng gak ya?" ucap Nadhia sambil memeluk jaket hoodie Bintang.

"Peluk aja terus tuh jaket, sampe jaketnya berubah jadi, your star!" Nadin bangkit dari duduknya dan bergegas meninggalkan Nadhia.

Nadhia tidak menggubris perkataan Nadin, intinya ia akan bertemu Bintang.

---

Waktu terus berjalan, Nadhia masih menunggu suara bel berbunyi.

Dua menit lagi,  batin Nadia.

Nadhia terus gelisah dan gelisah. Sekali-kali ia memainkan jarinya di meja sehingga menghasilkan sedikit suara yang jelas mengganggu Nadin yang sedang mendengarkan Bu Amy menerangkan rumus matematika. Nadin tidak menggubris, ia geleng-geleng kepala meihat tingkah sahabatnya yang satu ini.

Bu Amy terus menjelaskan beberapa rumus dipapan tulis berwarna putih yang sudah di penuhi coretan rumus yang ia tulis dan tak ada satupun yang Nadhia dengarkan. Penjelasan bu Amy terputus ketika suara bel sudah berbunyi.

Nadhia tersenyum dan segera merapihkan barang-barangnya. Ia bergegas dan meninggalkan Nadin yang terdiam ditempatnya. Ia memanggil Nadhia yang sudah berlari meninggalkan ia.

"NADHIA!!!" panggil Nadin dengan sedikit berteriak. "Mau gue temenin gak?"

"GAK USAH, DIN, GUE SENDIRI AJA. DULUAN YA."

Nadin menarik nafasnya dan geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya.

Nadhia segera berlari menuju parkiran mobil. Tepat saja, mobilnya sudah berada di parkiran. Ia segera masuk kedalam mobil dan menyuruh Pak Yahya mengantarkannya ketaman kemarin.

Tak sampai setengah jam, mobil Alphard berwarna putih tersebut sudah terparkir di parkiran taman. Nadhia segera turun dan bergegas memasuki taman tersebut dengan sedikit berlari.

Four Month [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang