SatNite (Special part)

742 118 33

"Patah hati itu sakit ya? "
Ucapku datar.

"Eh? Patah hati? Siapa? "
Tanyanya, tapi aku kembali diam dan menatap jalan yang masih ramai.

Al menepikan mobilnya, lalu berdehem sebentar.
Kurasa dia ingin bicara.
Tubuhnya miring menghadap padaku.

" Yuki, maaf kan saya jika ini menyangkut masalah pribadimu. Tapi sejujurnya saya tidak bisa melihat kamu seperti ini! "

Jelasnya, tapi aku sungguh tidak tertarik.

Tangannya meraih tanganku, dan itu membuatku kaget.
Aku menatapnya heran, lalu hendak bertanya namun Al sudah memberi isyarat padaku untuk diam.

Kami diam hingga aku jadi sangat bosan.

Beberapa saat kemudian, mulutku reflek terbuka lebar. Layaknya orang yang letih atau lebih tepatnya bosan. Iya, menunggu orang yang kita harapkan akan bicara, tapi nyatanya tidak mengatakan apapun.
Tentu saja aku bosan.

Aku menggoyangkan tangan Al agak kasar sehingga dia tersadar. Aku rasa dia tadi melamun. Dan bodohnya aku membiarkan tanganku tetap dia genggam.

"Bapak mau ngomong apa? "

"Ah,, hmm,,, saya,, "

Ini si bos jadi gagu apa gimana sih? Aneh.

"Pak kita pulang aja ya! " ajakku akhirnya.

Perasaanku campur aduk sekarang. Patah hati, cemburu, sakit dan bonusnya aku mendapat perlakuan aneh dari Al. Bosku yang,,, tidak jelas.

*****

Cinta, maafkan aku.

Aku tersenyum kecut mandapat pesan dari William. Lelaki yang sempat menjadi satu-satunya harapan untuk mengisi kekosongan itu nyatanya tidak lain adalah penipu.

Sebelum pesan itu masuk di ponselku, aku terlebih dahulu mengiriminya kata-kata mutiara.

Awalnya dia tidak mengaku, dan pada akhirnya aku berhasil membuatnya tidak lagi punya alasan untuk berbohong. Aku bahkan menjelaskan bahwa dia dan calon istrinya memesan undangan di toko tempatku bekerja. Aku sebutkan nama panjangnya, nama kedua orangtuanya dan nama lengkap calon istrinya.
Dan apa ada yang tau alasannya kenapa melakukan hal tidak etis itu?

Katanya hanya untuk meyakinkan apakah pilihannya tepat menikah secepat ini dan apakah nanti jika bertemu perempuan lain dia akan merasa tertarik lagi atau tidak.

Alasan apa itu?
Bilang saja jika dia tidak cukup punya satu.
Namun,  jika kupikir, semua yang terjadi ada hikmahnya. Aku jadi tau jika ada tipe lelaki seperti dia di dunia ini. Dan aku pun harus lebih berhati-hati mencari pasangan.

Aku jadi ingat saat aku memilih jalan dengan gabung di grup cari jodoh karena apa. Dulu aku merasa jadi perempuan yang ngenes karena jomblo, namun berubah setelah Al meledekku. Aku ingin membuktikan bahwa aku tidak semengenaskan yang dia pikirkan.

Saat ini di toko sedang sepi. Alunan musik acak yang mengisi di ruangan sedikit membuatku lebih baik.
Dari lagu barat, Korea hingga Indonesia. Dari lawas hingga terbaru , ada.

Short Story ( Alki Version)Baca cerita ini secara GRATIS!