Sebelum baca, jangan lupa di vote dulu ya:)
Ps: typo dimana-mana..
-
Happy reading!!
---
Kamu bilang, kamu suka hujan. Tapi, mengapa kamu membuka payung mu saat hujan datang?
Kamu bilang, kamu suka mentari. Tapi, mengapa kamu merasa kepanasan saat sinar mentari menerpa kulit mu?
Kamu bilang, kamu suka angin. Tapi, mengapa kamu menutup jendela mu saat angin menyelinap masuk dari sela-sela jendela?
Kamu bilang, kamu suka bintang. Tapi, kamu takut untuk mematikan lampu mu tanpa sadar bahwa tanpa kegelapan kamu tidak akan bisa melihat bintang.
---
Nadhia terus memegangi perutnya yang terasa sakit sambil meringis sesekali. Ini adalah hari ke-3 bulannya datang. Sangat menyebalkan bagi Nadhia kedatangan bulan di hari yang sangat ia tidak sukai.
"Nad, nama lu di panggil tuh sama, Pak Anwar." seru Nadin.
Nadhia bangkit dari duduknya sambil bermalasan.
"Saya Pak." ucap Nadhia sambil mengacungkan tangannya.
Pak Anwar mengeluarkan skiping dari kantong kresek berwarna hitam dan menyerahkannya kepada Nadhia.
"Kamu loncat 350 kali selama 10 menit." ucap Pak Anwar sambil melihat buku absennya.
Dengan ragu Nadhia berkata, "P... Pak, s... sepertinya saya gak bisa olahraga dulu, Pak."
Pak Anwar menatap Nadhia heran, "Memangnya kamu kenapa?" tanya Pak Anwar.
Nadhia menatap ke sekitar, memastikan bahwa teman-temannya tidak ada di dekatnya kecuali Nadin.
Nadhia menarik nafasnya dalam-dalam dan memelankan suaranya, "Saya lagi dateng bulan Pak." bisik Nadhia.
Pak Anwar hanya tertawa melihat Nadhia, "Yasudah, bapak kurangi saja jadi 200 kali." Ucap Pak Anwar selaku guru olahraga mengerti keadaan Nadhia.
Ada tatapan kekecewaan yang Nadhia pancarkan. Sebenarnya tujuan Nadhia memberi tahu kondisinya kepada Pak Anwar agar ia diberi dispensisasi untuk tidak mengikuti pelajaran olahraga. Tapi, ia malah di beri pengurangan jumlah loncatannya.
Dengan malas Nadhia mulai loncat, sesekali ia berhenti karena kelelahan.
Tak lama, suara peluit yang Pak Anwar tiup berbunyi. Nadhia menghentikan loncatannya. Ia berjalan menuju Nadin yang sedang memainkan handphone nya.
Nadin menyerahkan botol berisi air mineral kepada Nadhia, Nadin cukup peka bahwa Nadhia sedang kehausan.
Nadhia menerima air mineral tersebut dan meminumnya.
Nadin geleng-geleng kepala mengingat alasan yang tadi Nadhia lontarkan kepada Pak Anwar. Memang sahabatnya yang satu ini sangat pintar untuk melontarkan 1001 alasan, tapi 98% alasan tersebut gagal.
Setelah pelajaran olahraga usai, Nadhia, Nadin dan beberapa teman kelasnya bergegas untuk mengganti pakaian mereka. Setelah selesai, mereka kembali kekelas dan pelajaran selanjutnya pun di mulai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Four Month [Hiatus]
Teen Fiction[HIATUS] "Oke, kita taruhan!" ujar Nadhia kepada Bintang. Bintang melongo. "Iya, kita taruhan. Selama 4 bulan, gue bakal diet. Kalo gue berhasil lo jadi pacar gue!" ucap Nadhia angkuh. Bintang menaikan satu alisnya, "Kalo gagal?" tanyanya. "E... Em...
![Four Month [Hiatus]](https://img.wattpad.com/cover/112418562-64-k906633.jpg)