Bagian Keempat (Sebuah Kerja Keras)

79 4 7

Satu bulan sebelum Kontes Miss Fashion & Designer diselenggarakan, Amira dan Sofie sibuk mempersiapkan diri, sedangkan Mirna dan Amanda sibuk berkonsultasi ke Pak Banu mulai dari rancangan busana yang pantas untuknya di kontes nanti dan berapa rincian biayanya. Pak Banu adalah dosen Matakuliah Fashion Designer yang memiliki segudang pengalaman di event-event khusus dan usaha butik sendiri yang cukup besar di rumahnya. Urusan rancang-merancang busana, Pak Banu sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya. Untuk urusan bayaran membimbing Mirna dan Amanda dalam mengikuti Kontes Miss Fashion & Designer nanti, Pak Banu mendapatkan upah masing-masing Rp.5 juta dari Amanda dan Mirna. Sementara itu, Amira dan Sofie mempersiapkan diri dengan saling berdiskusi, mencari referensi-referensi di internet, dan mengamati gerakan-gerakan model di catwalk di Youtube sambil mempraktekkannya. Amira dan Sofie bekerja keras minimal bisa masuk final di kontes nanti dan telah bersepakat untuk tidak mau kalah dari Mirna.

"Mir, apa kamu nggak mau ganti penampilan di kontes nanti??" tanya Sofie dengan serius kepada Amira yang duduk di sebelahnya. Mereka sekarang sedang duduk di atas rumput taman di bawah sebuah pohon rindang yang di bawahnya ada tulisan "JURUSAN TATA BUSANA" berwarna hitam tebal di tengah selembar papan kayu jati yang cukup tebal dan disanggah dengan satu batang balok kayu jati yang masing-masing di kanan dan kirinya. Tempat tersebut telah menjadi tempat nongkrong favorit Amira dan Sofie sejak semester tiga hingga semester tujuh saat ini.

"Ya ganti dong!" jawab Amira singkat.

"Kalau kamu, Sof??" tanya Amira kepada Sofie.

"Aku juga ganti dong!" jawab Sofie singkat juga.

"Aku akan menunjukkan penampilan terbaikku di kontes nanti! Lihat saja nanti ya Mirna!" kata Sofie dengan geram sambil membayangkan wajah Mirna.

"Aku juga akan menunjukkan penampilan terbaikku di kontes nanti, Sof!" kata Amira dengan sangat optimis dalam hatinya bahwa dirinya nanti akan menjadi juara pertama kontes Miss Fashion & Designer nanti.

"Bagus, Mir!" puji Sofie kepada Amira.

"Kita sama-sama tunjukin ke Mirna ya Sof! Jangan sampai nanti kita kalah dari dia!" kata Amira kepada Sofie untuk memberikan semangat.

"Itu pasti, Amira!" jawab Sofie bersemangat.

"Kalau kamu jadi pemenangnya nanti, syukurlah!" kata Amira yang juga dengan bersemangat.

"Aku juga bersyukur kalau nanti kamu jadi pemenangnya, Mir!" kata Sofie sambil menoleh ke Amira.

"Mari kita berdoa untuk kemenangan kita nanti!" ajak Sofie.

"OK!" jawab Amira. Setelah itu, dua sahabat karib tersebut berdoa bersama-sama dengan serius untuk kemenangannya di kontes Miss Fashion & Designer se-Indonesia nanti.

"Sssssttttt.....lihat tuh si muka culun dan si muka kotak!" bisik Mirna kepada Amanda dan Steven dari belakang sambil menunjuk ke Amira dan Sofie yang sedang berdoa dengan khusyuk sambil masing-masing kedua matanya dipejamkan dan mengangkat kedua tangannya dengan mulut komat-kamit.

"Lagi ngapain tuh kedua anak itu??" tanya Steven kepada Mirna dan Amanda dengan suara lirih.

"Mungkin mereka berdua sedang berdoa!" jawab Amanda pelan.

"Kalian berdua tunggu di sini ya! Aku akan kagetin mereka berdua!" kata Mirna sambil berjalan pelan-pelan mendekati Amira dan Sofie dari belakang.

"Doooooorrrrrr!" kaget Mirna dengan menepuk kedua pundak Sofie dan Amira dengan suara yang cukup keras, lalu dia tertawa terbahak-bahak. Doa Amira dan Sofie pun terputus gara-gara Mirna mengusili mereka berdua. Amanda dan Steven pun tertawa-tawa di belakang.

Gaun Merah Jambu AmiraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang