Chapter 135: Awal Dari Mimpinya

2.8K 149 119

Hiyaa maaf telat, ini juga baru sempet buka laptop :3

Di chapter ini ada sesuatu revolusi baru!

Baiklah silahkan menikmati...

Chapter 135: Awal Dari Mimpinya

_____________________________      

Setelah Hiiro keluar ruangan, seseorang pun langsung berbicara dengan senyum yang menawan.

"Kau terlihat seperti sedang menindas anak ayam yang tidak tahu apapun tentang dunia ini kau tahu?" (???)

"... jadi kau sudah kembali ya." (Hiiro)

Orang yang memanggil Hiiro itu tidak lain dan tidak bukan adalah Liliyn alias Aka Loli.

"Mengapa kau terlihat sangat kesal? Biasanya kau hanya akan meninggalkan mereka tanpa mendengar sepatah kata pun." (Liliyn)

"... mungkin seperti itu." (Hiiro)

"Ngomong-ngomong berapa lama lagi kau akan tetap menggunakan penampilan itu?" (Liliyn)

"Huh?" (Hiiro)

"Yah sebenarnya aku tidak peduli. Kukuku." (Liliyn)

Lalu Hiiro pun mengingat kalau dia masih memakai penampilan manusianya, yang sudah dia lupakan, sejak dia sedikit kesal tadi. Liliyn tidak masalah dengan penampilan itu karena dia sudah melihatnya setengah tahun yang lalu. Dan Hiiro pun merasa senang karena Liliyn memberitahunya karena akan berbahaya kalau dia keluar begitu saja.

Hiiro pun kembali menggunakan kata『化|Change』untuk merubah dirinya kembali menjadi Evilia dan kembali masuk ke penginapan. Walaupun dia tidak tahu kapan Liliyn kembali, namun di luar sudah ada Mikazuki, pria cabul bernama Silva dan maid ceroboh Shamoe.

"Nofofofofofo! Maa, maa, sudah lama tidak berjumpa, Hiiro-sama!" (Silva)

"A, A-A-A-A-A-Aku meminta maaf karena pergi dengan waktu yang lama!" (Shamoe)

"Ah." (Hiiro)

Dia membalas dengan malas dan dua orang itu pun melihatnya dengan bingung. Lalu Silva pun mendekati Liliyn dan mendengar apa yang terjadi setelah bertanya "Apakah sesuatu terjadi?"

"Aku kagum dengan kepayahan orang-orang itu." (Liliyn)

Liliyn mendekati Hiiro saat mengatakanya.

Hiiro pun menarik kemudian menghembuskan nafas. Bahkan diapun tidak mengerti mengapa dia merasa sangat marah pada dua orang gadis itu. Mungkin dia kesal karena dipanggil bersama orang seperti itu.

Dia hanya ingin melepaskan tekanan yang ia rasakan yang sudah ia pendam sejak saat itu. Hiiro memutuskan untuk melangkahkan kaki di jalan yang berbahaya, hidup di sana, dan menemukan kebanggaannya. Itulah mengapa ia mengatakan kalau ia bisa hidup sendiri.

Para Pahlawan itu dilindungi oleh kerajaan, disegani dan dipercaya oleh rakyatnya, hanya untuk dikhianati oleh orang-orang yang sama. Situasi ini kurang lebih sama seperti kisah heroik yang tragis yang ditindas dengan kejamnya sampai tidak bisa berteriak tolong.

Hiiro tidak bisa menerima kenaifan itu. Terutama pada bagian "Kami butuh bantuan." Mereka percaya kalau orang lain akan langsung membantunya hanya dengan permintaan tolong.

Mereka bahkan tidak memikirkan kemungkinan kalau mungkin saja beberapa orang tidak akan membantunya sekeras apapun mereka memohon. Bahkan kalau mereka berteriak, mereka hanya akan dihiraukan, atau bahkan permohonan mereka tidak akan didengarkan. Namun tetap saja mereka tahu siapa saja yang akan benar-benar membantu mereka dan mana yang akan memanfaatkan mereka.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!