Chapter 134: Protagonis yang Kesal

2.3K 146 63

Hm... dipikir-pikir ada waktu sih jadi update dimajuin.

Ah tau Doki-Doki Literature Club kan? Belakangan ini di mimpi TL selalu ada adegan waktu Sayori gantung diri T.T gimana cara ngelupainnya sih? T.T

yah gitulah curhatannya, selamat membaca

Chapter 134: Protagonis yang Kesal

_____________________________    

"Shu-Shuri-cchi?!" (Shinobu)

Shinobu pun langsung menuju kasur dan melihat wajah Shuri. Karena warna wajahnya sudah lebih baik dan tidak sepucat sebelumnya, Shinobu pun menghembuskan nafas lega.

"Aku khawatir, padamu... Shuri-cchi." (Shinobu)

"Maafkan aku... Shinobu-san." (Shuri)

Setelah itu, Shuri pun mencoba untuk mengangkat tubuhnya namun wajahnya terlihat sangat kesakitan.

"Ah, makannya kau harus banyak istirahat!" (Shinobu)

"Tidak, aku... baik-baik saja." (Shuri)

"Shuri-cchi..." (Shinobu)

Lalu Shuri pun memaksakan untuk membangkitkan tubuhnya dan mengabaikan kalimat Shinobu. Kemudian dia pun melihat Hiiro yang sedang memperhatikan sambil melipat lengannya.

"Kau memang benar... Okamura-kun... kan?" (Shuri)

"... fuu, apa kau baru bisa mengerti saat aku melakukan ini?" (Hiiro)

Lalu Hiiro pun menggunakan kata『元|Origin』, dan kembali ke wujud manusianya. Dan tentu saja kedua orang itu pun terkejut. Namun karena mereka tahu kalau orang di depannya memang Hiiro yang mereka kenal, mereka berdua pun merasa tenang.

"Bagaimana caraku mengatakannya ya? Okamura-cchi lebih baik dengan penampilan ini." (Shinobu)

"Ini kan daerah Evilia. Untuk menghindari perselisihan yang merepotkan, bukankah lebih baik aku menggunakan penampilan Evilia?"(Hiiro)

Saat melihat Hiiro yang mengatakannya dengan sikap yang tidak bersahabat, Shuri pun tersenyum.

"Fufu, kau memang benar Okamura-kun ya. Apa kau mengingatnya, Okamura-kun?" (Shuri)

"Ah?" (Hiiro)

"Walaupun kau bilang kalau kau tidak ingat pernah berbicara dengan kami saat masih di Jepang, sebenarnya kau pernah berbicara denganku saat upacara penerimaan siswa baru walau hanya sekali." (Shuri)

Tentu saja Hiiro tidak mengingat itu. Bahkan Hiiro mengira kalu Shuri hanya mengatakan kebohongan. Walaupun ekspresi Shuri sedikit murung dan matanya terlihat sedih, dia pun mulai menggerakkan mulutnya untuk menjelaskan.

"Okamura-kun, setelah upacara penerimaan siswa baru selesai, kau langsung pergi ke perpustakaan kan?" (Shuri)

'Kalau dipikir-pikir aku pergi ke sana kan'. Hiiro pun mengangguk di dalam pikirannya.

"Waktu itu aku juga pergi ke sana. Aku juga suka membaca buku dan aku sangat senang karena penasaran buku apa saja yang ada di sana dan karena itu aku tidak sengaja terjatuh." (Shuri)

"Jadi maksudmu kita bertemu di sana?" (Hiiro)

Sepertinya dia tidak mengingatnya.

TL Note: ... -_-

"Ya. Saat aku akan memasuki perpustakaan, kau malah keluar dari sana. Pada saat itu aku tidak sengaja menyenggol bahumu dan buku yang kau pegang pun terjatuh ke lantai." (Shuri)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!