Chapter 131: Ornoth vs Keempat Pahlawan

2.1K 121 36

Catatan Pengarang: Cerita kali ini akan dibuat dari prespektif para pahlawan. Ini adalah cerita saat Hiiro pergi ke konferensi.

TL note: ini emang catatan Tomoto Sui-sensei

____________________________

"Dia... berteleportasi? Bocah, apa kau tau ke mana orang tadi pergi?" (Ornoth)

Ornoth bertanya kepada murid orang yang baru saja berteleportasi. Namun murid Hiiro, Nikki, menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil menutup mata dengan rapat.

"Hm... kau dipanggil Nikki kan? Apa yang sedang kau lakukan?" (Ornoth)

"Nnnnn,nnnnnnnnnnnnn!" (Nikki)

"... kau benar-benar tidak tahu?" (Ornoth)

Lalu Nikki pun membuka matanya dan menaruh tangannya di pinggang.

"Makanya! Shishou menyuruhku supaya tidak mengatakan apapunzzo!" (Nikki)

"Hm... begitu ya." (Ornoth)

Ornoth pun tetap diam karena berpikir kalau dia tidak perlu bertanya apapun lagi kalau begitu. Harga dirinya tidak membiarkannya untuk memaksa anak kecil memberikan informasi walaupun anak itu bandel. Walaupun dia memang penasaran dengan Hiiro, dia juga penasaran dengan para pahlawan.

Saat mereka sedang menuju ke tempat konferensi, mereka memang sudah melihat keberadaan para pahlawan di Jembatan Mutich. Disana dia melihat keempat pahlawan dan barak pasukan Humas.

Dan untuk menguak alasan misteri mengapa mereka ada di sini sekarang, Ornoth pun mendekati para pahlawan.

Saat merasakan aura yang sangat menyeramkan dari orang berkepala serigala, pahlawan Aoyama Taishi mulai mundur ke belakang. Namun Ornoth berpikir kalau dia tidak bisa membiarkan mereka kabur, lalu dengan kecepatan kilat dia pun berdiri di balakang para pahlawan.

"Wha?!!" (Taishi)

Merasakan keberadaan Ornoth dibelakang mereka, Taishi dan yang lain melihat ke belakang mereka dan kemudian mereka pun terjatuh karena kaki mereka yang lemas dan wajah mereka pun menjadi pucat dan panas.

"... pertama-tama, biarkan aku bertanya." (Ornoth)

"Ap-Ap-Apa?!" (Taishi)

Taishi berteriak karena ketakutan. Mungkin sudah menjadi kebiasaannya, Taishi pun berdiri dan merendahkan pinggangnya lalu mengambil pedangnya kemudian mengambil posisi bertarung.

(Kakinya terlihat tidak kuat dan lemas... apa dia memang pahlawan waktu itu?) (Ornoth)

Setidaknya Marionne dan Greyald sudah mengeluarkan aura haus darah mereka pada para pahlawan. Namu walaupun begitu para pahlawan itu tetap gagah. Berdasarkan itu Ornoth berpikir kalau para pahlawan itu memanglah sangat kuat, namun dibandingkan mereka, pahlawan kali ini bagaikan orang yang berbeda.

"Aku hanya ingin mendengar ceritamu. Yah untuk apa yang akan terjadi setelah aku bertanya, pastinya aku tidak akan memaafkan kalian karena sudah menyerang kami." (Ornoth)

Ornoth bertanya sambil mengirim pandangan ingin membunuh. Namun wajah Taishi langsung menjadi pucat dan tubuhnya bergetar, namun tangannya tetap memegang pedangnya.

"Ce-Cerita katamu...?" (Taishi) 

"Pertanyaan pertama yang ingin aku tanyakan adalah apakah kalian memang benar-benar pahlawan?" (Ornoth)

"Te-Te-Te-Te-Te-Tentu saja! Kamu adalah pahlawan yang dipanggil oleh Victorias!" (Taishi)

"Aku tidak bisa mempercayai itu." (Ornoth)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!