Part 13

32.4K 2.1K 75

Angga memberhentikan mobilnya di depan apartemennya. Angga langsung keluar dan menarik tangan Alea kasar.

Alea yang ditarik pun hanya menahan air matanya agar tidak jatuh. Alea benar benar takut saat ini. Saat ini, Kevin tidak ada untuk menyelematkannya sama seperti waktu lalu.

Alea menghela nafas pasrah dan mengikuti kemana Angga akan membawanya.

Angga membuka pintu apartemennya kasar. Dia membawa Alea ke kamarnya dan memojokkan Alea didinding.

"Siapa lagi itu?" desis Angga.

"Di..dia-"

"JANGAN DEKET DEKET SAMA DIA!!" teriak Angga. Alea hanya menatap Angga dengan berlinangan air mata.

"KAMU MAU AKU BUNUH DIA?" Alea memggeleng sambil terisak.

"KALO KAMU NGGAK MAU, JANGAN DEKET DEKET SAMA DIA..." Alea mengangguk sambil mengelap air matanya.

Tiba tiba... Angga menjambak rambut Alea kasar sehingga kepalanya mendongak keatas.

"Ang..angga.. Lep..lepas..sa..kit.." tangan Alea terus menggapai tangan Angga yang berada dirambutnya.

"Kalo aku nyiksa kamu, jangan pernah sekalipun berontak ataupun teriak. Kalo kamu ngelakuin itu, maka aku bakalan nyiksa kamu lebih dari ini!!"

Alea mengangguk. Mulutnya tidak berhenti untuk terbuka, tapi tidak mengeluarkan suara.

Angga menyeringai lebar dan semakin gencar menjambak rambut Alea.

"Katakan kamu milik aku, Alea!"

"Aku milikmu!" ujar Alea cepat, berharap jambakannya lepas.

"Siapa kamu?"

"Aku milik kamu!!"

Rasanya, Angga ingin lebih menyiksa gadis yang ada didepannya ini, tapi dia tak kuasa melihat air matanya yang semakin mengalir.

Angga melepaskan jambakannya dan pergi dari kamarnya serta mengunci pintunya.

Sedangkan Alea sudah merosot ke lantai sambil menutup mulutnya menggunakan tangannya.

Alea berdiri dari duduknya dan mengelap air matanya menggunakan punggung tangannya dengan kasar.

Alea berlari kecil menuju pintu dan hendak membukanya. Tapi nihil, pintunya tidak bisa terbuka alias terkunci. Tentu saja yang menguncinya adalah Angga. Pikirnya.

Alea mengetuk pintunya dengan keras.

"Angga.. Buka!!" teriak Alea.

"Angga... Buka!!" teriak Alea yang mulai melemah.

Alea yang merasa usahanya untuk keluar sia sia, langsung duduk ditepi ranjang.

Alea yang merasa lelah karena menangis, memilih membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Memilih tidur dan melupakan semuanya yang sudah terjadi padanya beberapa menit yang lalu.

-------

"Dia kembali!" semprot Kevin dengan nafas ngos-ngosan.

Angga menoleh menatap Kevin bingung.

Tiba tiba saja, Angga yang santai sambil memijat pelipisnya dikagetkan dengan Kevin yang membuka pintu dan tiba tiba mengatakan dia kembali. Apa maksudnya? Pikir Angga.

Kevin duduk disebelah Angga dan menatap khawatir pada Angga.

"Dia kembali, Ngga." ucap Kevin parau.

Psychopath Angga [COMPLETED]Baca cerita ini secara GRATIS!