Pergi 2

581 112 49

"Gimana kabar Yuki? "

"Dia baik. Lebih baik dari tiga bulan yang lalu. "

"Gue seneng. Misi kita berhasil. Dan gue akan pergi dengan tenang. !"

"Hufth,,,,, lo gak ada niat buat ketemu dia lagi kah? "

"Cukup denger dia udah move on dari gue dan bahagia sama kehidupan barunya aja gue udah seneng luar biasa. Gue gak mau ngerusak itu semua dengan liat dia !"

Kinal menghela napas pelan. Rasanya letih. Terkadang, waktu luang yang ia punya, digunakan untuk menemani Al di tempat ini. Dan tanpa sepengetahuan Yuki.
Sedih. Ini seperti beban. Sangat.
Kinal banyak memikirkan hal setelah nanti jika Yuki tahu kebenarannya. Orang yang pertama kali akan disalahkan pasti dirinya.
Pertanyaan kenapa atau kalimat kamu tega, dari bibir Yuki pasti keluar untuknya.

Airmata yang menetes bukan hal baru . Airmata itu selalu menemaninya dengan Setia di setiap saat. Seperti sekarang. Melihat betapa lemahnya tubuh Al yang terbaring dengan kepala yang tertutup kupluk berwarna gelap. Belum lagi bibir Al yang pucat.

"Nal, gue mau ngeluh sama lo. Boleh? "

Isakan Kinal tertahan. Bibirnya mengatup erat lalu mengangguk.

"Gue udah gak tahan sama ini semua. Gue harus rutin kontrol . Belum lagi kemo. Gue capek. !"

Kinal menggeleng.
"Al,,, perjuangan lo udah sejauh ini. Lo gak boleh nyerah gitu aja. "

"Gue capek sama ini semua. Gue capek minum obat. Gue capek hidup begini "
Al seolah putus asa. Untuk ke sekian kali, Al menangis.
"Kadang gue berdoa biar Tuhan cabut nyawa gue sekarang juga. "

Kinal menggeleng tidak setuju, matanya berkaca menatap Al.
"Gimana lo bisa sembuh kalo lo nyerah, Al? Gue masih berharap lo bisa sembuh. "
Ucap Kinal nyaris teriak.

"Lo gak tau seberapa tersiksanya gue. "
"Kalo lagi kumat, semua kesakitan gue rasain Nal. Dari kepala sampai ujung kaki, sakit. "

"Belum lagi setelah kemo, gue mual. Dan rambut gue Nal. "
Tubuh Al bergetar menahan tangis. Sejak saat itu Al jadi lelaki cengeng. Lelaki yang sejatinya takut kehilangan.

"Itu semua akan berakhir kalo lo gak putus asa. Al please, sabar sedikit lagi. "

"Jujur Al. Selama ini ada hal yang belum gue kasih tau ke elo. Dan ini tentang Yuki. "

Kini Kinal mulai terisak kembali,
"Selama gue dan dia sahabatan, gak ada satupun hal yang luput dari ketidaktahuan gue. Gue paham dia gimana. Dan rasa dia ke elo itu masih ada. Dan tetep sama."

"Masih ada? Dia udah move on Nal. Dan itu berkat lo. Dia mulai suka sama Max, kan? "
Tanya Al lemah.
Kinal menunduk.
"Lo salah Al. Yuki masih sayang sama lo.! "

Kinal membuka tasnya lalu mengambil sesuatu dari sana.

*******

Kinal sudah pulang. Tinggalah Al di kamar . Pemberian Kinal tadi masih ia peluk erat di atas dada.

Al menyiapkan mentalnya. Ia duduk pelan lalu bersandar.
Benda petak dengan tebal hampir dua centi itu ia buka pelan.

Lembar pertama dengan tulisan yang begitu Al hafal milik siapa.

.

Malam itu jadi malam paling aku benci Al.
Aku bingung. Aku merasa pijakan kakiku runtuh seketika melihat kamu bersama orang lain. Napasku sesak saat aku tau kamu punya perempuan lain yang mulai menggeser aku di hati kamu.
Aku mulai rapuh saat itu juga.

Short Story ( Alki Version)Baca cerita ini secara GRATIS!