*Psst* Notice anything different? 👀 Find out more about Wattpad's new look!

Learn More

Menjamah Masa Lalu

2.1K 280 11

Aku terduduk di samping tubuhku yang masih terbaring damai. Aku menatapnya dalam diam, membayangkan sejuta rasa yang pernah terpendam di dalamnya. Pikiranku mulai melayang ke sebuah masa yang telah terlewatkan, di mana ingatan ini di mulai dari masa kehidupanku sebagai Karin. Aku lahir dari keluarga menengah keatas, Ayah dan Ibuku adalah makhluk super sibuk dan hal yang sangat konyol bagiku adalah kesibukan mereka mengalahkan segalanya. Karin, hanya satu kalimat yang tertulis di semua kartu identitasku, sebuah nama tunggal yang tersemat tanpa adanya nama keluarga ataupun nama belakang, itupun karena pikiran mereka di penuhi ambisi mengumpulkan harta. Bayangkan saja, saat putri mereka terlahir dan membutuhkan sebuah do'a berupa nama, pikiran mereka teralihkan dalam waktu kurang dari tiga detik ketika ponsel mereka berdering. Mereka pergi dan meninggalkan satu kalimat untuk di jadikan sebuah nama. Ketika aku lulus sekolah aku memutuskan untuk tinggal sendiri di sebuah rumah mungil yang sudah seperti istana pribadiku. Aku masih ingat begitu tenangnya kehidupanku di masa lalu.

Aku menyadari bahwa kedua orang tuaku mewariskan ambisi mereka padaku untuk mengumpulkan harta. Aku bekerja di sebuah perusahaan elit dan itu semata-mata untuk kesenangan dan kemandirianku untuk bertahan hidup. Bahkan di usiaku yang sudah berkepala dua pun aku belum merasakan indahnya masa puber seperti rekan-rekanku yang lain yang sebagian dari mereka sudah memiliki pasangan meskipun belum terikat pernikahan.

Aku tersenyum sejenak ketika sebuah kenangan dalam ingatanku mulai berjalan maju. Seseorang dari dimensi lain datang padaku dan mengusik hari-hari tenangku. Seorang gadis yang membuatku kagum akan kecantikannya selalu muncul tanpa aku tahu dari mana dan bagaimana dia datang. Sejak saat itu, aku mulai menyayanginya layaknya kakak beradik dan hari-hari kosongku yang damai perlahan mulai terisi oleh kebisingannya namun membuatku merasa bahagia, hingga akhirnya aku di kejutkan pada kenyataan bahwa gadis yang kusayangi adalah laki-laki.

"Alexandra." Aku tersenyum malu saat mengingat nama itu.

Ingatan-ingatan yang berjalan perlahan di mana aku berada di sebuah tempat yang di kelilingi pintu-pintu yang bisa ku masuki sesuka hati dan aku tersesat. Aku masih di landa kebingungan sambil bertanya-tanya bagaimana aku bisa ada di sana. Para Iblis membawaku, Malaikat menyelamatkanku dan Tuhan melindungiku.

"Begitulah sisi lain dari kehidupan Manusia." Aku tersenyum masam sambil menatap wajahku yang tampak damai dalam pembaringannya. "Namun kebanyakan dari mereka tidak mengetahuinya atau—mungkin tidak mau tahu?" Aku membelai pipinya dengan tangan mungilku.

Ingatan itu berkelebat dalam kepalaku, begitu indah seperti kunang-kunang di malam yang kelam dan aku meraih satu cahaya untuk kubuka lagi di mana aku menginjakkan kakiku lagi di Loizh dan di sinilah semua berawal. Dimana Alex merubah dirinya menjadi laki-laki seutuhnya hanya agar aku tertarik dengannya. Mengingat hal itu membuatku tersanjung dan merasa spesial tapi—aku tahu bahwa keindahan ini adalah sebuah kesalahan di mana semuanya terhalang batas yang membentang di antara kami. Aku tidak tahu kenapa hal seperti itu ada di dunia ini dan itu terjadi padaku. Jatuh cinta pada Makhluk asing tidaklah masuk ke dalam daftar kamusku, seharusnya begitu dan aku menganggapnya bahwa masa puberku jatuh pada orang yang salah dan keadaanku semakin rumit ketika aku menyadari bahwa perasaanku bukan sekedar perasaan remaja labil yang mengalami masa puber. Aku mencintainya dan hanya itu yang kutahu, bahkan di saat ingatan tentangnya di segel tetap saja hati ini menyeretku ke arahnya tanpa bisa ku cegah, dan tak di sangka ia datang lagi padaku.

"Arey," gumamku lagi sambil tersenyum. "Alex Reyneer, sejak kapan namanya berubah menjadi Arey?" pikirku mulai bingung, pasalnya aku tidak pernah mengingat kenapa ia di panggil Arey.

Aku masih terpaku menatap tubuhku yang terbaring tanpa bergeming sedikitpun. Kini aku menatap langit temaram di atas sana. Kembali mengingat masa lalu yang mulai menyakitkan dan menyesakkan dada.

Loizh III : ReinkarnasiBaca cerita ini secara GRATIS!