Rinduku Terabaikan

733 11 0

"Besok kita ketemu ya, i miss you darling"
Hanya saja lagi-lagi rindu ini tak berkutik sama sekali,
Harapan ingin bertemu, membalas rindu yang merintih
Nyatanya janji tetaplah janji,
Waktu terus berjalan, berapa lama lagi ?
Sebuah pesan muncul di layar Iphone ku
"Wait ya cantik"

Oh sial,
Berapa lama lagi harus menunggu ?
Tiga jam, hingga lima jam tidak jua datang,
Ah rasanya kesal, ingin marah,
Ku banting telefon genggam ku, geram,
Kali berapa ini terjadi ?
Janji tinggallah janji !
Apa bukan perioritasnya lagi ?
Ah, aku selalu mendengus kesal, terkadang menangis. Oh tidak...

"Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif"
Semakin membuat ku kesal, lagi lagi tidak ditepati. Apalah arti rindu ini ? Sama sekali tak direngkuh ! Rinduku terabaikan !

Hatiku mulai terluka, ya seperti biasa
Luka yang ku buat sendiri,
Tanpa sadar menyakiti hati, luar biasa
Sakit, ia tak perduli lagi dengan rindu ini,

Malam kian larut,
Gelap dalam ruangan, sunyi,
Tergeletak menyakiti hati sendiri
Rasanya sakit benar benar tak tertahankan
Dongkol, hati serasa memanas,
Tak kunjung di beri kabar, ah brengsek !

"Apa dia baik-baik saja".
Ah kacau, bodo amat dalam fikirku
Ini bukan kali pertamanya dia ingkar
Tapi rasanya sesakan dada,
Tak bisa dirasakan lagi terlanjur meluap
Amarah yang tak tertahankan siap membludak,

Taukah rindu ini semakin mendalam,
Lalu kapan kau akan mengobatinya ?
Segera, sebelum ia tak merasakan lagi,
Ku takut hatiku akan mati lagi, termasuk kepadamu tuan !
Kumohon,

Rindu ku selalu membawa luka,
Tapi siapa yang harus disalahkan ?
Jika hati merasakan rindu, apa bisa dipungkiri ?
Tidak, ia hanya melakukan tugasnya,
Sebagai hati yang mempunyai berbagai rasa.
Entah itu rindu, cinta, maupun sekaligus ia akan merasakan luka,
Ketika rindunya tak disapa, terabaikan begitu saja !

Ia berhak melakukan tugasnya,
Merindukan seseorang, dan juga terluka,
Aku tak bisa bekompromi dengan hatiku sendiri,
Agar ia tidak merindu, dan juga tidak terluka,
Tidak, aku tidak bisa !
Ia melakukannya sendiri,
Karena rasa ini begitu wajar,
Saking wajarnya ia terabaikan, disepelekan.

Cukup ! Rindu ini menyiksa,
Tetapi aku selalu merindukanmu,
Kenapa bisa ?
Karena aku mencintaimu, lalu merindumu,
Bukankah itu hal yang rasional ?
Setiap orang yang mencintai akan merasakan rindu,
Entah itu rindunya tersampaikan atau justru malah ia terabaikan ?

Siapa perduli,
Kita hanya merasakan kecewa saja,
Lalu hati, hati akan terluka dengan rindunya
Sebab begitulah adanya, tak di ragukan lagi

Rindu adalah sebagian dari luka,
Yang tanpa sengaja tak kau sadari
Jika sudah lara siapa yang terluka ?
Jika bukan hati !
Benar,

Aku juga tidak menyalahkan rindu sepenuhnya
Aku hanya kecewa, saat rindu berjanji bertemu
Nyatanya tidak terjadi,  yang ada aku hanya menunggu dan terus menunggu
Yang entah sampai kapan, hingga rindu ini tersampaikan,

Aku hanya bisa menangis dalam kesal,
Lirih terdengar samar,

Shaki,
Surabaya, 21'08'17 (01:40AM)

Luka Dan RinduBaca cerita ini secara GRATIS!