Bagian Dua (Seperti Kucing dan Anjing)

86 4 11


"Tak terasa kita udah semester 7 ya Sof! Sebentar lagi kita lulus!" kata Amira sambil mengunyah-ngunyah mie goreng dengan sepotong telur ceplok kepada Sofie yang duduk di hadapannya di sebuah kantin kampus dekat dengan Fakultasnya seperti yang kemarin dipakai oleh Mirna, Amanda, dan Steven.

"Eh, ada si culun ama si muka kotak tuh!" bisik Amanda kepada Mirna ketika berjalan ke sebuah meja kosong yang ada di sebelah meja Sofie dan Amira.

"Ssssstttt.......kita ke meja itu aja ya sambil dengerin mereka berdua ngobrol, terus kita usilin!" jawab Mirna lirih sambil tertawa-tawa.

"OK!" setuju Amanda sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tertawa-tawa. Mirna dan Amanda segera menuju ke meja di sebelahnya meja Amira dan Sofie yang kebetulan masih kosong.

"Iya, bentar lagi mau lulus ya Mir!" jawab Sofie sambil meminum segelas es teh manisnya dua teguk, lalu dia kembali memakan mie goreng telurnya sama seperti yang dimakan Amira.

"Rencanamu setelah lulus nanti apa, Sof??" tanya Amira sambil menggulung-gulung mie gorengnya dengan garpu dan menancapkan ujung-ujung garpunya ke sepotong telur ceploknya yang sudah dipotong dengan sendoknya, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya.

"Masih belum tahu nih Mir!" jawab Sofie sambil berhenti sejenak mengiris kuning telur ceploknya dengan sendok dan garpunya, lalu dia menatap Amira dengan tatapan yang dalam. Mirna yang sejak tadi mendengar percakapan mereka berdua segera menjahilinya.

"Jadi badut muka kotak aja Sof!" sahut Mirna sambil tertawa terpingkal-pingkal dengan menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Amanda segera tertawa ngakak.

"Eh, sialan! Ada Mirna dan Amanda, Mir!" kata Sofie sambil menelan irisan kuning telurnya setelah dikunyah-kunyahnya dengan lembut.

"Biarin aja dech, Sof!" jawab Amira sambil meminum segelas es jeruk manisnya dua teguk, lalu dia menoleh ke Mirna dan Amanda yang masih tertawa terpingkal-pingkal dengan mulutnya ditutup dengan kedua tangannya masing-masing.

"Biarin aja dech! Kita cuek aja!" kata Amira sambil meletakkan segelas es jeruk manisnya ke tempatnya semula.

"Kalau rencanamu nanti apa Mir kalau udah lulus??" tanya Sofie kepada Amira sambil menggulung-gulung kembali mie gorengnya dengan garpu yang tinggal dua gulung lagi, lalu melahapnya.

"Jadi pemain sepakbola kaliiiii!" sahut Amanda sambil tertawa-tawa yang kemudian diikuti gelak tawa Mirna.

"Jadi bintang sinetron dong!" kata Mirna yang kali ini hanya senyum saja, sedangkan Amanda masih tertawa-tawa cukup keras.

"Seperti Betty Lavea!" sambung Mirna, lalu dia tertawa ngakak.

"Masa bodoh lu berkata begitu!" jawab Sofie dengan sedikit geram sambil menoleh ke Mirna dan Amanda yang berada di sebelahnya cukup jauh.

"Kalau aku penginnya buka butik, Mir!" kata Sofie kepada Amira yang sudah selesai memakan mie goreng telur.

"Butik baju kotak-kotak!" usil Mirna lagi yang kembali ngakak bersama Amanda.

"Aku juga mau buka butik, Sof!" jawab Amira yang barusan melahap mie goreng yang sudah digulung-gulung dengan garpu dan sepotong kecil kuning telur yang terakhir.

"Butik pakaian tahun 60-an!" sahut Mirna lagi, lalu dia dan Amanda sahabat karibnya itu ngakak bersama lagi.

"Cepet habisin minumanmu, Mir! Kita pergi saja dari resek-resek itu!" perintah Sofie kepada Amira sambil menahan amarahnya untuk menghabiskan minuman es jeruk manisnya yang kira-kira tinggal tiga teguk lagi.

Gaun Merah Jambu AmiraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang