Merdeka

288 12 0

Pagi berhias fajar
Gelap meretas lelap
Menyisakan tubuh yang kian lama kian kerontang
Merdeka menjadi damba
Kala segalanya ditapaki di jalanan kelok berduri

Tawa semakin jarang terdengar bersua
Mata semakin letih untuk terbuka
Hidupku kini telah berbeda
Kian rumit disetiap sisinya
Terasa sulit bahkan di segala perjalanannya

Dan sekarang tunjukkan padaku
Dimana letak kemerdekaan untukku
Di saat Hak yang ku punya di ambil paksa oleh seorang manusia
Dimana aku tak boleh memakai suara ku untuk mencintaimu
Dimana saat indanhya rembulan datang
Ku hanya dapat menatap dirimu dalam gambar dan menangis tersedu sedu

Kembalikan kemerdekaan itu untuk ku bisa bahagia dengan pilihanku
Bahagia bisa turut mengukir senyumanmu
Menghapus segala gurat luka saat senja tiba

Lalu jika hati kecilku menolak untuk melepasmu
Mata ku masih tak henti mencarimu
Dan tubuhku masih berharap akan belaian hangat mu
Akan kah aku telah benar merdeka

Menjalani hidup tanpa diiringi rasa bahagia seperti para manusia
Memulai hari hanya untuk menyambung sisa hidup yang ada
Menjadi seorang insan tanpa rasa semangat untuk hidup yang lebih layak

Lalu..
Sampai kapan kau biarkan hatimu dijajah oleh rasa itu
Rasa cinta yang salah berpihak
Rasa yang membuatmu menangis darah sepanjang malam
Rasa yang selamanya membuat kau berjuang sendirian

Dia bukan orang yang pantas kau perjuangkan
Bak pahlawan yang rela mati di medan perang
Kemerdekaan atas hilangnya rasa itu
Kemerdekaan mu akan kebahagiaan yang lama tak kau rasa
Kau patut mendapatkannya

Pilihan itu ada ditanganmu
Menjadi seorang yang rela dijajah mati matian oleh sebuah rasa penuh nestapa
Atau kah memilih bahagia tanpa ada dirinya
Membuka pintu hati mu untuk mereka yang lebih mencintaimu
Karena percayalah kau patut mendapatkan kemerdekaan itu
Merdeka dalam pemahaman berbeda
Merdeka terbebas dari dia yang kau anggap pujangga

About Secret Admirer #Wattys2017Baca cerita ini secara GRATIS!