----------

"Semudah itu engkau pergi setelah kau ciptakan luka yang tak terperi. Teganya kau dustai hati, lantas kau menghilang dan goreskan pilu yang bertubi-tubi. Apa kau tidak punya hati? Apa kau tak sadari bahwa hatikulah yang tersakiti?"
----------

***

🎶Sountrack:
Geisha-Tak Seimbang
Afghan-Sadis

****

"I love you, Cal...," ucap William seraya menatap mata biru Calista. Saat itu, pria berkebangsaan London (Inggris) itu tengah terhenyak di pangkuan Calista.

"I am too and i hope you will never hurt my heart," kata Calista seraya mengelus rambut William yang berwarna pirang

"I am too and i hope you will never hurt my heart," kata Calista seraya mengelus rambut William yang berwarna pirang. Ia menatapnya dengan sorotan mata birunya nan teduh. Namun, ada yang ia pendam di dasar hatinya. Yaitu tentang dirinya yang tak mau kehilangan William, seseorang yang teramat dicintainya.

Ya, yang menyusup ke dalam benaknya adalah tentang kehilangan. Kehilangan yang tak diinginkan oleh sesiapa pun. Kehilangan yang tak diharapkan akan terjadi dalam kehidupannya. Sebab, kehilangan itu menyakitkan. Apalagi jika diiringi dengan perpisahan yang membekaskan luka.

Flashback.

"Sudahlah. Untuk apa aku memikirkannya lagi? Toh dia juga belum tentu sedang memikirkanku," celoteh Calista dalam batin. Saat itu, ia tengah berada di sekitar Namsan Tower. Ia tengah duduk manis di sebuah bangku dan tiba-tiba saja ia teringat pada William Jaddyne, mantan kekasihnya.

Dari jarak yang tak begitu dekat, aku memerhatikan Calista dan Yuki yang tengah tercenung di sebuah bangku. Keduanya tampak tak bergeming meskipun berada di tengah keramaian. Kulihat kedua mata mereka tampak sendu. Aku pun sadar bahwa mereka pasti masih bersedih karena baru saja putus dari pacarnya.

Aku pun memutuskan untuk menghampiri mereka berdua yang tengah terhanyut dengan lamunannya masing-masing. "Kalian kenapa? Masih galau mikirin mantan ya?" tanyaku seraya duduk di antara Calista dan Yuki.

Calista dan Yuki mengangguk pelan seraya menoleh padaku sekilas. Lalu, mereka berdua menunduk lagi dengan tatapan kosong.

"Aku tahu gimana perasaan kalian sekarang. Pasti sakit. Banget malah. Di saat kita lagi cinta-cintanya sama dia, dia malah menghancurkannya dan membuat rasa cinta itu jadi benci. Tapi, Cal, Ki, mau gak mau kita harus nerima kenyataan itu walaupun menyakitkan. Dan kita gak boleh terus-terusan berada dalam kesedihan. Inget! Mati satu tumbuh seribu...," ucapku seraya merangkul pundak Calista dan Yuki. Aku bergantian menatapnya.

Bersitatap.

"Apa salah kalau aku jatuh hati sama dia?" tanya Yuki seraya menatapku lamat-lamat.

"Salah sih enggak, tapi yang salah itu kalo kita salah menempatkan hati di saat kita telanjur jatuh cinta sama si dia," jawabku.

"Haura, apa LDR-an tuh serumit itu ya?" tanya Calista.

"I don't know, Cal, because i never feel it. But, i ever read in many novels that doing long distance relationship is not easy. Sometimes you fell worry and miss of him. But, sometimes you also feel suspicious if he trick your love, right?"

Jomblo Until Akad #KyfaBaca cerita ini secara GRATIS!