Chapter 9

714 29 5


Dari se-per sekian detik dalam hidupku... Aku menyadari, tak ada bahagia yang benar-benar bahagia seutuhnya.. Kalau pun ada, semuanya semu... Kelabu dan ambigu.....


Cuma mimpi indah yang terbalut luka..

*******

"Permisi tante... Bellanya ada?"

"Iya, kamu siapa ya?"

"Saya Daren, saya temannya Bella" jawab Daren tersenyum manis.

"Eh?! Kamu temannya Bella!?!" tanya Farah kegirangan dengan mata berbinar binar

Daren hanya mengangguk dengan senyuman yang masih ia tertera di wajahnya melihat reaksi perempuan paruh baya di depannya itu yang begitu ENERGIK.

"Ayo ayo masuk!" seru Farah senang mengajak Daren masuk.

Daren menundukkan kepala sebentar lalu melangkahkan kaki memasuki rumah besar itu.

"Panggil saja tante Farah... Bella kadang memanggil tante bibi tapi bukan berarti tante pembantu loh ya" jelasnya hangat.

Daren tersenyum pelan, tantenya Bella ternyata menyenangkan juga. Berbanding terbalik dengan keponakannya itu. Saat memasuki rumah Bella itu, ia dibuat kagum melihat isi rumah Bella yang begitu megah.

Terdapat banyak sekali foto dan lukisan berharga tepampang di dinding bernuansa biru toska itu dengan sedikit aksen kuning keemasan yang membuatnya nampak semakin mewah.

Selain itu, juga terdapat banyak piala dan piagam lainnya yang berjejeran rapi terpampang di lemari khusus di ruang tamu. Mungkin anggota keluarga Bella memang orang-orang yang hebat melihat begitu banyak prestasi yang mereka capai.

Daren tak bisa mengungkapkan keindahkan apa saja yang ada di dalam rumah Bella tersebut dan tanpa disadari mereka sudah sampai di depan kamar Bella.

"Em... Tan-te?"

"Sebelumnya maaf ya nak Daren karena tante gak bisa menjamu kamu selayaknya tamu pada umumnya... Soalnya tante gak bisa manggilkanmu Bella"

"Em.. maksud Tante?"

"Tante gak akan bisa memanggilkan Bella karna....  Bella-nya gak akan mau keluar"sambungnya.

"E-em.. kalo boleh tau...memangnya kenapa tan?

"Entahlah.. Tante sedih melihatnya begini, tapi tante harap dia mau membukakan pintu bila kamu yang memanggilnya. Tolong ya nak Daren, kamu kan temannya" ujar Farah menatap Daren penuh harapan

"A-apa? Aku?"

"Iya! Kamukan temannya Bella"

Doeeeng!!

Doeeeng!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BroSist ComplexsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang