Chapter 8

745 31 2


"Em..bibi..kakak dimana? Kok gak kelihatan"

"Oh! Jonh kakakmu! Dia baru saja pulang dari kencannya!!"

"Ke-kencan?"

"Iyah! Dia baru saja pulang sama ceweknya!! Ceweknya cantiiiiiik banget!! Kalo gak salah namanya..Sarah. Kemarin mereka ngedate yah maklumlah namanya juga anak muda. Bibi jadi inget waktu bibi muda dulu-- lhoh Bel..Bella..kamu ngapain bengong?"

*******

"Bi-bibi gak bohongkan?"

"Tentu saja, buat apa bibi bohong sama keponakan sendiri"

Di saat yang bersamaan Louis muncul dan melalui mereka.

"Ah Louis! Lihatlah Bella sudah pulang" seru Farah senang.

Louis berhenti sejenak dan melihat sosok di samping bibinya itu "Oh Bella, kau sudah pulang"

Sedangkan Bella menatap kakaknya nanar.

"Iya.......... Aku sudah pulang. Kak Jonh.......juga sudah pulang?"

"Iya, baru saja" jawab Louis yang terheran heran melihat tatapan yang Bella buat di wajahnya itu.

"Apakah....." potong Bella sembari menghirup dalam dalam udara di sekitarnya tuk memberikan kekuatan tuk tetap bertanya "Ia pulang sehabis kencannya?" tanya Bella dengan mata yang mulai berkaca kaca

DEGH!

Nafas Louis tercekat, ia tak mampu berkata-kata. Ia membeku. Benar-benar membeku di tempat.
Dengan segenap kekuatan yang ada, Louis mencoba menjawab "K-kamu ngomong apa dek, K-kak Jonh habis pulang dari luar kota, bukan kencan"

Bella berdecih pelan, ia tak menduga kakaknya akan menjawab seperti itu.

"Disaat seperti inipun......
Kakak masih bisa berbohong padaku?"

DEGH!!

"Aku tak menyangka... Kakak akan membohongiku seperti ini.. Aku... Hisk hisk.. Kecewa"

DEGH!!

Pukulan keras tepat mengenai hati Louis. Lututnya mendadak lemas, tak punya tenaga lagi untuk berdiri di hadapan adik kesayangannya itu.

"Be-bella kakak bisa jelasin"

Louis berusaha meraih tangan mungil Bella namun Bella segera menepisnya.

"Bella!"

Bella berlari masuk ke dalam rumah bergegas menuju kamarnya, namun belum sampai Bella di kamarnya, Bella disuguhi dengan pemandangan yang tak sedap di matanya.

"Bella" seru Jonh terkejut seraya melepaskan genggaman tangannya dari Sarah

Air mata mulai berjatuhan membasahi pipi putih dan mulus Bella. Sebelum Jonh berbicara Bella sudah berlari menuju kamarnya dan mengunci rapat- rapat pintu kayu pembatas dirinya dengan dunia di luarnya.

"Bella!! Sayang, ini gak seperti yang kamu pikirin!!" teriak Jonh sambil menggedor gedor pintu kamar Bella.

"Bella!! Dengarin dulu penjelasan kakak!!" Louis pun ikut berteriak memanggil Bella.

BroSist ComplexsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang