Chapter 130: Kemenangan yang Pahit

2.1K 135 22

Lenion yang sedari tadi sedang berkonsentrasi pun membuka matanya. Lalu angin yang cukup kencang pun muncul dari sekitarnya.

Namun kedua orang yang ada di hadapannya tetap terdiam di tanah dan tidak tersapu oleh ledakan angin. Lenion berencana untuk menggunakan serangan yang lebih kuat dari sebelumnya. Jadi kali ini dia mengarahkan pedangnya ke langit dan di sana muncul banyak tornado.

"Aku tidak berniat untuk menghancurkan negri ini, namun karena semuanya sudah menjadi seperti ini, aku akan menghancurkan segalanya!" (Lenion)

Kalau tornado yang seukuran rumah itu langsung menyerang ke arah kota, maka seluruh daerah pastinya akan menjadi dataran kosong yang tidak bisa ditempati.

"Terhempaslah!《Tatsumaki Arashi》!" (Lenion)

note: artinya Devastation Tornado/Tornado Penghancur

Tapi anehnya Lenion tidak bisa mengayunkan pedang itu kebawah.

"... gah!?" (Lenion)

Pernafasan Lenion mulai menjadi sangat berat. Wajahnya menjadi meringis karena merasakan rasa sakit di perutnya. Dia pun merapatkan giginya saat melihat orang yang menghentikan serangannya.

Itu adalah Ornoth. Dengan kecepatan kilatnya, dia bisa menutup jarak mereka dan muncul di dekat Lenion. Ornoth memegang lengan Lenion dengan tangan kirinya untuk mencegah pedangnya terayun ke bawah sementara tangan kanannya memukul perut Lenion.

Walaupun Ornoth menggunakan serangan yang biasa, namun dampak seranganya cukup menggetarkan tubuh Lenion. Kalau Lenion tidak bisa menahan serangan itu dengan tepat, dia pasti akan mendapat luka yang parah.

"Tidak mungkin... kekuatan apa-?!" (Lenion)

Salahsatu mata Lenion tertutup karena wajahnya yang terlihat menahan sakit.

"Aku tidak akan membiarkanmu merusak negri ini." (Ornoth)

Ornoth mengatakannya dengan nada kalem sementara kekuatan tangan Lenion perlahan melemah dan akhirnya pedangnya pun jatuh ke tanah bersamaan dengan tornado yang satu per satu menghilang.

"Si-Sialaaan!!!" (Lenion)

TL note: aku sempat berpikir untuk menggunakan kata yang lebih kasar di sini :3

Walaupun Lenion menggerakkan tinjunya dengan kuat untuk menyerang Ornoth, serangannya dengan mudah ditangkap oleh Ornoth.

"Tidurlah, pangeran Gabranth." (Ornoth)

Ornoth pun berencana untuk melakukan serangan penghabisan namun dia dengan reflek melompat karena merasakan rasa haus darah dari atas langit.

Zakuzakuzakuzaku!

Seekor burung dengan bulu yang tajam menghantam tanah tempat tadi Ornoth berdiri. Dia pun melihat ke depan untuk mengecek penyerangnya.

Basabasabasabasa!

Seseorang dengan kedua sayapnya sebagai lengan terlihat sedang menurunkan ketinggian dari atas langit.

Dia terbang ke Lenion yang hampir pingsan dan membawanya.

"... Ba... rid...?" (Lenion)

Lenion sadar kalau Barid datang untuk membantunya.

"Oh, apakah kau adalah salah satu dari Three warriors, Barid si《Birdman》kan? Kalau aku ingat betul-betul nama keduamu adalah... Barid sang《Raikou》ya?" (Ornoth)

note: Raikou artinya Lighting Emperor/Kaisar Petir

Ornoth melihat Barid yang ada di hadapannya yang memiliki penampilan manusia burung.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!