Chapter 129: Cruel vs Pangeran ke-2 Gabranth

2.4K 132 18

Hm... karena mungkin besok gak bisa update, jadi update hari ini :3

Sekian dan selamat membaca

Chapter 129: Cruel vs Pangeran ke-2 Gabranth

____________________________  

Pasukan Evilia sudah berhasil menahan pasukan Gabranth. Komandan mereka, Crouch, juga sudah dikalahkan. Terlebih lagi masa-masa teror serangan zombie juga sudah terlewati

Walaupun para Evilia tengah bergembira karena kemenangan mereka di peperangan ini, namun para prajurit Gabranth dan Humas masih membuat kekacauan di sana-sini. Evem pun menyemangati tentara di sekiarnya saat memberikan perintah.

Pada saat itu hanya ada tiga orang yang tersisa, yaitu Eveam, Hiiro, dan Aquinas.

"Hey Maou, ambil ini." (Hiiro)

Hiiro pun mengambil secarik kertas dan memberikan kertas itu kepada Eveam.

"Kertas apa ini?" (Eveam)

"Aku diminta oleh pria berotot yang ada di sana untuk memberikannya pada mu." (Hiiro)

"Pria... berotot? Ah itu pasti dari Judom-dono kan? Apakah itu adalah laporan yang Teckil serahkan pada Judom lewat petualang?" (Eveam)

Dia pun mengambil surat itu dengan cepat dan membacanya. Semakin ia membaca kata per kata, wajahnya menjadi semakin pucat. Dan setelah selesai membaca, tubuhnya bergetar dan dia pun mengelap keringat yang turun dari dahinya.

Aquinas yang merasa sangat khawatir pun langsung membaca surat itu dengan seksama setelah Eveam memberinya.

"... begitu ya, jadi itu ya yang terjadi." (Aquinas)

Suaranya sangatlah pelan namun terdengar berat. Sesuatu yang sangat tidak terduga tertulis di surat itu.

____________________________

Sesaat sebelum Hiiro mengalahkan Crouch, pangeran kedua dari Kerajaan Gabranth, Passion, Lenon, sedang berada di keadaan yang cukup sulit.

Saat perencanaan penyerangan, Gabranth harus menyerang ibukota Evilia, Xaos, saat para Humas mengalihkan pandangan Evilia.

Untuk itu, Raja Gabranth, Leowald, dan anak tertuanya, Leglos, pergi menuju konferensi untuk menghadapi Maou. Sebenarnya salahsatu dari Tiga Petarung Gabranth ingin menemani mereka namun Leowald menolaknya karena di sana mungkin ada Cruel yang menemani Maou.

TL note: agak susah nyernanya --" di Jap juga kayak gini ._. mungkin ini karena mereka adalah orang gila yang suka bertarng

Walaupun mengalahkan Maou itu sangat penting, namun Leowald mengatakan kalau penaklukan Xaos memiliki prioritas lebih. Dan sebenarnya dia diberitahu kalau Maou dan kelompoknya tidak akan bisa keluar Ruangan Suci dalam 24 jam dan tidak akan bisa mengambil andil dalam peperangan itu. Menurut rencana Leowald akan bersiap dan akan melakukan sesuatu dengan segenap kekuatannya jika hal tak terduga terjadi.

Namun Lenion yang menuruni sifat ayahnya, Leowald, sebenarnya ingin pergi untuk membunuh Maou yng akan muncul dalam 24 jam dengan tangannya sendiri. Karena pada saat kejadian sebelumnya dia merasa kesal dengan tindakan Maou.

Apalagi Aquinas yang disebut sebagai yang terkuat juga ada di sana dan Lenion pun percaya kalau itu adalah kesempatannya untuk bertarung melawan Aquinas. Malahan ini adalah tujuan utamanya karena dia menuruni sifat alami ayahnya yang ingin bertarung melawan lawan yang kuat.

Pada saat itu sesuatu yang sangat absurd pun terjadi. Dihadapan matanya ada 3 orang veteran Cruel yang seharusnya ada di pertemuan.

"Sial!" (Lenion)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!