Chapter 128: Cara Berurusan Dengan Zombie

2.5K 165 43

Whoo urusan selesai lebih cepat ternyata ^^ banzai~!!

Jadi selamat membaca

Chapter 128: Cara Berurusan Dengan Zombie

____________________________

"Kaulah yang memulai perang ini. Kau sudah siap kan kalau kau akan mengalami akhir seperti ini?" (Hiiro)

Hiiro merendahkan Crouch dengan tatapan dingin.

"Kuh... nyahaha... mau bagaimana lagi-nya... aku lebih lemah darimu... -nya." (Crouch)

Di dalam situasi dimana biasanya kau akan bergetar ketakutan, Crouch malah tersenyum senang. Melihat itu, Hiiro kembali mendesah.

"Kau tidak berencana untuk berkata 'aku tidak ingin mati' atau semacamnya kan?"(Hiiro)

"Nyahaha, aku tidak akan mengatakan hal membosankan-nya." (Crouch)

"Ho~, kau cukup berani juga ya. Seperti yang diduga dari penggila pertarungan." (Hiiro)

"Tapi ingatlah ini-nya." (Crouch)

"Hmm?" (Hiiro)

"Aku mungkin kalah kali ini, namun jika ada kesempatan lain, aku pasti akan menang-nya!" (Crouch)

Sangat mengejutkan karena Crouch adalah seseorang yang benar-benar penggila pertarungan. Karena sepertinya itu adalah kalimat terakhir Crouch, Hiiro pun mengangkat pedangnya ke atas dan mengayunkannya ke bawah.

"Hiiro, tunggu!" (???)

Suara Eveam lah yang membuat pedang Hiiro berhenti. Hiiro pun merespon Eveam yang mendekat dengan tatapan.

"Apa yang kau lakukan?" (Hiiro)

"Aku tidak memperbolehkanmu untuk membunuhnya." (Eveam)

"... dan alasannya adalah?" (Hiiro)

"Aku tidak ingin membunuh!" (Eveam)

"... jelas-jelas dia sudah membunuh Evilia. Walaupun begitu kau tidak ingin membalas dendam pada mereka? Apa kau yakin yang lain akan setuju dengan tindakanmu itu?" (Hiiro)

Pandangan Hiiro menusuk Eveam dan Eveam pun menatap balik tanpa memberi tekanan.

"Dia memang menyakiti keluargaku, dan mungkin pasukannya sedang menyakiti keluargaku yang lain. Namun aku tidak yakin kalau membunuhnya akan memberikan kita sesuatu." (Eveam)

"......" (Hiiro)

"Yang lain mungkin tidak akan menetujui ini. Namun tetap saja aku tidak akan membunuhnya. Setidaknya untuk saat ini." (Eveam)

"Untuk saat ini?" (Hiiro)

"Ya, dia adalah salahsatu dari Three Warriors, orang yang memiliki kemampuan tinggi diantara para Gabranth. Kalau kita bisa menggunakannya-" (Eveam)

"Bernegosiasi dengan mereka... itukah yang kau incar?" (Hiiro)

"Ya." (Eveam)

"... yah lagipula aku hanya orang bayaran di sini. Jadi kalau kau mengatakannya mau bagaimana lagi, hanya saja ingatlah ini, setelah ini aku tidak akan bertanggungjawab walaupun kalau dia mengamuk nanti, oke?" (Hiiro)

"Terimakasih." (Eveam)

Hiiro menurunkan pundaknya dengan keheranan dan menyarungkan pedangnya. Namun pada saat itu, tawa mengejek Crouch pun terdengar.

"Nyahaha, naif. Kau terlalu naif, Maou. Hidupku sama ketidakberhargaannya dengan Gabranth yang mati saat aku tertangkap oleh musuh. Dan bukan hanya aku, itu berlaku untuk semua prajurit dari Passion. Inilah bagaimana cara kami bertarung-nya. Apa kau mengerti apa yang akan aku katakan-nya? Aku adalah tawanan yang tidak berharga-nya." (Crouch)

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!