Chapter 127: Petir dan Kegelapan

2.6K 165 26

Walaupun Hiiro, yang telah ditangkap oleh Penjara Bayangan milik Crouch terkejut dengan tentakel yang tiba-tiba muncul dari bayangan, namun setelah masuk ke dalam bayangan dia cukup tenang.

(Aku tidak bisa bernafas... ya. Juga...) (Hiiro)

Matanya mulai bisa melihat bayangan raksasa yang ada di sekitarnya.

(... aku tidak bisa menahan nafasku cukup lama untuk melawan mereka... ya?" (Hiiro)

Menilai dari penampilannya, level mereka pastinya sangatlah tinggi. Bukan hanya itu, namun jumlahnya juga ada 5 ekor. Diantara mereka, sepertinya ada satu ekor yang terlihat sangat berbahaya yaitu yang memilki tubuh paling besar dan ada di bagian terdalam.

Sebenarnya Hiiro sadar kalau dia memakai sihirnya dan bertarung satu lawan satu dengan mereka, dia pasti menang. Namun, situasi dimana dia harus melawan 5 secara langsung tanpa bisa bernafas sangatlah sulit.

Hiiro pun melihat sekeliling kembali. Tempat ini cukup besar sampai-sampai dia tidak bisa melihat ujungnya. Hiiro pun mengangguk karena dia tahu bagaimana cara Crouch mengumpukan monster sebanyak itu. Dan juga dia mengerti kenapa Crouch hanya bisa menggunakan tubuh yang sudah mati.

Itu semua karena di tempat itu tidak ada yang bisa bernafas dan makhluk hidup tidak bisa diam di tempat ini dalam waktu yang lama.

(Sepertinya tidak ada pintu keluar ya...) (Hiiro)

Hiiro menjaga jarak dari monster-monster yang mulai mendekatinya.

(Sepertinya dia berencana untuk mengunciku di sini dan membuatku mati kehabisan nafas) (Hiiro)

Jejak berwarna putih kebiruan pun muncul di kegelapan bersamaan dengan bergeraknya jari Hiiro.

『脱出|Escape』

Melihat cahaya itu, para monster pun menjadi lebih ganas karena di sana semua monster itu mulai mengaum.

(Memangnya aku bisa bertarung di tempat yang merepotkan ini) (Hiiro)

Saat kata tersebut aktif, dia pun melihat lingkaran cahaya tepat di atasnya. Hiiro merasa kalau dia bisa keluar lewat lingkaran itu.

Saat para monster menyadari apa yang dilakukanya, mereka pun mendekati Hiiro. Namun semua sudah terlambat. Hiiro menggenggam katananya dan menusukkannya ke arah lingkaran cahaya itu.

______________________________

"Hiiro!?" (Eveam)

Walaupun Eveam meninggikan suaranya, Hiiro tidak menjawab karena dia merasa kalau dia sudah melakukan sesuatu kepada musuhnya yang sedang meringkuk didepannya sambil memegangi dadanya.

Saat Hiiro keluar, Crouch menerima serangan yang cukup dalam dari katana yang menusuk dadanya. Walaupun begitu semangat bertarung Crouch tidak berkurang.

"Ku... bagaimana... nya?" (Crouch)

Crouch sangat percaya diri dengan Penjara Bayangan miliknya, jadi tentu saja dia akan sangat kebingungan karena Hiiro berhasil keluar. Apalagi dalam waktu singkat.

"Aku tidak wajib menjawabnya. Cepatlah mati!" (Hiiro)

Hiiro mengangkat katana miliknya dan mengayunkannya ke arah Crouch. Dan tiba-tiba bayangan pun muncul dan melindungi macan kumbang itu dari katana Hiiro.

"... bayangan lagi kah." (Hiiro)

Hiiro merasa kalau ini sama dengan yang ia rasakan saat bertarung dengan Crouch tadi. Lalu Hiiro pun melompat ke belakang dan membuat jarak sebelum dia melihat ke arah bayangan yang sedang menggeliat dan memperhatikannya.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!