Chapter 126: Hiiro vs Crouch

2.7K 170 37

Crouch terkejut dan membatu. Sambil melihat sisa-sisa monsternya yang perlahan turun, dia bertanya-tanya apakah kejadian yang baru terjadi adalah mimpi atau bukan.

Dan para prajurit Gabranth juga sama. Mereka tidak menduga kalau monster yang dipanggil oleh Three Warriors kebanggaan mereka, Crouch, akan kalah dengan mudah.

Dan pada saat yang sama, semua orang yang ada di situ melihat orang yang melakukan itu.

Hiiro yang menyadari pandangan itu pun berbicara.

"Yang tersisa tinggal Gabranth ya." (Hiiro)

Dia mengatakannya seakan itu adalah hal mudah. Tentu saja diantara para monster itu ada monster unik dan juga monster rank S yang jumlahnya sangatlah banyak. Namun Hiiro mengalahkan mereka hanya dalam satu gerakan.

Tentu saja semua orang akan berpikir kalau apa yang Hiiro lakukan sangatlah menakutkan dan membuat mereka takut. Salahsatu prajurit itu pun melihat ke arah Crouch.

"Cr-Crouch-sama!" (Tentara 1)

"A-Apa yang akan kita lakukan!" (Tentara 2)

"Tolong beri kami perintah!" (Tentara 3)

Mereka pun akhirnya menyuarakan ketergantungan mereka. Crouch pun menghirup nafas panjang dan melihat Hiiro dengan ganas.

"Apa yang kau lakukan-nya? Bidak yang susah-susah aku kumpulkan untuk perang ini menghilang semua-nya." (Crouch)

"Ah maaf saja. Itu adalah bagian dari pekerjaanku... hm?" (Hiiro)

Hiiro pun melihat Crouch untuk pertama kalinya dan merasakan deja vu.

(... are? Sepertinya aku pernah melihat orang ini... ah, aku ingat sekarang. Itu adalah kucing sialan yang muncul di gua dekat Passion!" (Hiiro)

TL note: kok Hiiro inget sama Crouch tapi gak inget pahlawan ya? --"

Setelah mengingatnya, Hiiro pun mulai marah.

"Oi, kucing garong. Beraninya kau mencuri ularku waktu itu." (Hiiro)

"Waktu itu? Ular? Apa yang kau katakan-nya?" (Crouch)

"Jangan pura-pura tidak tahu! Kau mencuri Clay Viper yang aku kalahkan di Gua Gree kan!" (Hiiro)

Lebih tepatnya yang mengalahkannya adalah Arnold yang diberi perintah oleh Hiiro.

"Gua Gree? Hm~... nya?! Hal itu memang terjadi-nya!" (Crouch)

Crouch menepukkan kedua tangannya saat dia mengingat itu.

"Kau mencurinya sebelum aku mengambil bukti kalau aku sudah mengalahkannya. Semua salahmu aku jadi dimarahi Ossan!" (Hiiro)

note: Ossan = Arnold (bagi yang lupa)

Yap. Walaupun Hiiro sudah berusaha menyembunyikannya, namun Arnold mengomelinya saat dia mengetahuinya.

"Ityu benar. Aku mengambil Clay Viper-nya... tapi tidak ada hubungannya dengamyu. (Crouch)

"Haah?" (Hiiro)

"Karena-nya. Kau bukan Tarou-nya." (Crouch)

"Tarou? Apa maksud... ah." (Hiiro)

Hiiro tiba-tiba mengingatnya. Pada saat itu, dia sudah memberikan orang yang terlihat merepotkan itu sebuah nama palsu. Dan setelah dia ingat benar-benar, karena Crouch menyuruhnya untuk menjadi bawahannya, Hiiro pun memalsukan namanya.

Konjiki no Wordmaster - Arc 3: Perang Antar RasBaca cerita ini secara GRATIS!