ilusi

354 28 1

Pada fajar yang membuatmu ada
Dan pada senja yang tega mengantar kepergianmu
Menghapus seluruhnya tanpa tersisa
Menyisakan serpihan serpihan kaca berkabut luka

Pagi ini
Fajar berbaik hati
Menghadirkan sosokmu tepat dihadapanku
Mata ini
Senyum itu
Terlihat sama indahnya seperti saat aku masih menjadi pecandu indahnya dirimu

Mataku melekat menatapmu
Menatap rupawan wajahmu di bawah terik sang fajar hari ini
Cahaya yang indah
Membuat kamu dibawah sini terlihat seribu kali lebih memukau

Andai waktu bisa kuhentikan
Aku tak akan mau beranjak melangkah ke masa depan
Walaupun sedetik saja
Aku masih ingin menatapmu seperti ini
Menikmati senyuman mu di bawah teriknya matahari
Hingga kau ikut menatapku dengan tatapan yang sama indahnya
Mengungkapkan sebuah rasa tanpa harua berkata
Menjajikan kebahagiaan lewat tatapan mata

Hingga akhirnya fajar berangsur undur diri
Menyisakan jingga yang kian meninggi
Fajar ikut membawamu pergi dari sini
Meninggalkan ku sendiri berdiri terpaku menatap sepi

Aku baru saja tersadar dari apa yang baru saja kualami
Menatap sosok bayangan yang tak pernah ada selamanya
Berbincang dengan deru angin berganti menyapa langit
Senyuman itu
Tatapan itu
Tak pernah ada
Hanya aku yang terlalu gila
Merindukanmu hingga semua seakan menjadi nyata
Hanya langit senja kini yang memahami bagaimana aku sungguh sangat merindukanmu

Lalu sampai kapan waktu akan berbaik hati pada diriku
Menyembuhkan luka yang sengaja kau tancapkan pada hatiku
Menggantikan hadirmu dengan sesuatu yang dapat menghargaiku
Aku harap semesta mengerti
Tentang segala sakit ini
Tentang tingginya khayalanku tentangmu setiap gulita tiba
Tentang beratnya rindu yang merobek hatiku perlahan

Waktu akan terus bergulir
Kepingan luka tak kan selamanya menyakitkan
Namun kamu dihatiku tetap tak akan pernah tergantikan

Malam Cahaya Bintang
Dariku angin yang selalu kau abaikan

About Secret Admirer #Wattys2017Baca cerita ini secara GRATIS!