Special Part : Q&A

1.1K 68 12

Namasteeee ^0^)/

Mohon maaf sebelumnya, kemarin maunya bikin cerita spesial, ternyata diriku harus melancong dulu ke Majapahit, hehehe ;p Maksudnya ngedit cerita berlatar belakang Majapahit buat dikirim :v Bukan jalan-jalan beneraaan *duit dari mana duit* :v Mohon doanya, ya... bukan dikirim ke penerbit, but maybe I will have my luck ^_^

Habaeklah, untuk mengobati kekecewaan, kali ini saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang sempat ditanyakan seputaran cerita Legenda Negeri Bharata ini :D cekidot, yaaa...

***

Kenapa pilih versi India?

Kemarin sebenarnya sempat mau pilih versi pewayangan. Tapi rupanya, versi pewayangan memiliki terlalu banyak kisah tempelan yang mengaburkan esensi yang saya cari. Jadi saya memutuskan, sekalian saja pakai versi India. Supaya lebih menyuarakan bagaimana Negeri Bharata itu. Jadi nggak ada lawak-lawakan Punakawan, Srikandi memburu rujak, dan lain-lainnya. (Oh ya, saya juga sempat menulis cerpen tentang Srikandi, bisa dibaca di buku Mahabharata Guide Book terbitan Penerbit Grasindo).

 (Oh ya, saya juga sempat menulis cerpen tentang Srikandi, bisa dibaca di buku Mahabharata Guide Book terbitan Penerbit Grasindo)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Request cerita pewayangan, dong!

Gini, ya... bukannya saya nggak mau. Tapi hingga kini saya belum menemukan cerita pewayangan yang benar-benar orisinil dari Indonesia. Yang saya tahu ya itu, kisah Mahabharata dan Ramayana yang sudah dimodifikasi sana-sini. Saya kurang bisa menjiwai cerita modifikasi begitu. Dan saya agak ragu bisa memainkan "wayang" versi saya tanpa menghilangkan suara dalang aslinya. Saya pikir, dalang-dalang Indonesia sudah sangat mahir.

Kalau pun ada kisah wayang orisinil, saya ingin ada sumber yang shahih. Supaya nggak menimbulkan pro dan kontra di kemudian hari. Nulis cerita dalam negeri itu susah. Versinya banyak. Terus rentan menimbulkan protes (dan sulit dijual #penting #eh :p)

Oya, alasan terakhir: saya hanya menulis cerita yang berhasil saya temukan "roh"nya.

Berapa istri Karna?

Ini sering banget ditanyain wkwkwk -_-

Sebenarnya jawabannya sudah jelas di cerita. Tapi Habaeklah, saya jelaskan lagi.

Berhubung saya nggak ngambil pakem Jawa, sudah pasti nama Surtikanthi tercoret *maaf ya, Mbake :'D saya sendiri lupa-lupa ingat sama Surtikanthi. Jadi jangan tanya dia itu siapa dan alamatnya di mana. Wkwkwk.

Dalam literasi yang saya baca, ada beberapa kontroversi mengenai jumlah istri Karna *untuk jelasnya, silakan baca epilog lagi* Saya sendiri berusaha mereka-reka jumlah istri Karna berdasarkan kondisi Karna, keadaan sosialnya, sifatnya (yang menurut saya kurang percaya diri), meneliti keluarganya, melihat tanggapan masyarakat kepada dirinya.

Semua referensi itu akhirnya membuat saya membuat satu plot:

Supriya dan Vrushali adalah orang yang sama.

Alias: istri Karna hanya satu. Tidak lebih.

Alasannya: Karna itu sutaputra yang menentang tatanan masyarakat. Bahkan di masa kini pun, sangat sulit menentang masyarakat. Apalagi ini zaman dulu, di mana harga diri dan kehormatan lebih berharga dari nyawa. So, saya pikir nggak akan ada putri yang bakal mau melirik Karna. Apalagi, dia pernah dipermalukan di sayembara Drupadi. Bergaul dengan Duryodhana (penjahat paling berengsek b*j*n*a* di kisah Mahabharata kan) pula :v

Nah, sekali lagi... ini adalah penafsiran saya. Aslinya, ya... hanya Tuhan dan Begawan Abyasa yang tahu :3

Kenapa banyak orang suka Arjuna?

Waduh :'D

Kapan special partnya?

Ngg... nganu... -_-

***

Segitu aja dulu, ya... kalau ada yang mau tanya-tanya lagi, silakan tinggalkan komentar. Terima kasih sudah mampir, memberi vote maupun memberi komentar.

Sekali lagi, itu menguatkan saya.

Penuh cinta,

Putu Felisia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Putu Felisia.

Legenda Negeri Bharata [ COMPLETED ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang