---------◾◾

/Malam/

Ada yang lebih sunyi daripada malam.
Ialah hatiku.

Hatiku yang diselimuti jelaga sedu
Pun, dipaguti oleh durjana rindu

---------◾◾

🎶Soundtrack: Geisha-Pergi Saja
                          Vierra-Seandainya
                           K. Will- (ost. DOTS)

🎵🎶🎵🎶🎵🎶🎼🎼📀📀
***

"Honey, where'd you go?" tanya Lee seraya menahan lengan Yuki.

Mata Yuki masih terlihat sembap. Namun, entah Lee akan peka atau tidak. Ia menepis tangan Lee dan menatapnya dengan tatapan terluka. "Let me go!"

"What do you mean? I do not understand."

"Let me escape from your trap! I don't believe you again!" Mata Yuki berair lagi. Ia benar-benar terluka parah. Dan kini, orang yang membuatnya patah hati ada di depan matanya. Sakit sekali hatinya saat mengingat kejadian itu. Perih.

"What do you talking about, Honey? Are you joking me?" tanya Lee seraya memegang kedua pipi Yuki. Mata beningnya itu menatap manik-manik mata Yuki lamat-lamat. Ia masih tidak mengerti dengan apa yang Yuki katakan barusan.

"I know that you loved another girl. I know... I see with my eyes that you kiss her in the cafeteria clearly."

"... Honey...," panggil Lee dengan nada lembut. Ia benar-benar tidak tahu harus menjelaskan dari mana. Ia takut, jika ia jujur padanya, ia akan kehilangannya. Tapi di sisi lain, ada cinta lain yang harus ia jaga.

"I know you will marry her, right? Just realize it then we was over." Yuki melepaskan tangan Lee dari pipinya yang basah.

Lee terdiam sejenak. Ia tergugu menatap orang yang masih dicintainya itu berlinangan air mata. Ia benar-benar merasa bersalah karena telah membuat hatinya porak-poranda bak dilucuti oleh bom atom. Ia juga merasa menyesal karena telah bermain api dengan wanita lain yang bernama Yoon Shi Hae.

"... Sorry, Honey...," ucap Lee dengan nada bersalah. "Mianhae yo."

"Machimnae alge dwae... you aren't the best to be my soulmate. You didn't fulfill your promise to me." Yuki menatapnya sendu. Hatinya telanjur luluh-lantak. Kepercayaannya pun telah retak. Ia benar-benar tak menyangka bahwa penantian berharganya selama ini tak berarti apa pun di mata Lee. Kesetiaannya selama ini ternyata tak dihargai. Sakit. Rasanya sakit. "Yeogiseo uri geuman kkeutnae," sambungnya.
✴1. Machimnae alge dwae: aku sudah tahu
✴ 2. Kita berakhir di sini: yeogiseo uri geuman kkeutnae

Ya, Yuki mulai belajar berbahasa Korea meskipun otodidak. Ia baru saja belajar selama berada di Negeri Ginseng itu. Dan itu semua demi pacar tercintanya, Lee.

Tapi apa mau dikata? Justru, orang yang paling dicintainya lah yang begitu mudah untuk melukai hatinya. Dan kini hatinya benar-benar telah dilukai oleh Lee.

"... I am sorry, Yuki... I extremely sorry cause i have hurted you. But, i cannot leave her," ucap Lee setelah menjelaskan panjang lebar mengenai alasannya. Alasan yang membuatnya harus melukai Yuki sekaligus kehilangan kesempatan untuk membersamainya.

"Apa? Kamu menghamili dia?" Yuki benar-benar tak percaya dengan penjelasan dari Lee barusan.

"Yeah, she was pregnant."

"Okay, don't care about me anymore, Please... I hope you're happy with her," kata Yuki seraya menyeka air matanya yang masih mengalir. Ia menyekanya lantas pergi dari hadapan Lee.
***

Jomblo Until Akad #KyfaBaca cerita ini secara GRATIS!