Pahami Saja

338 18 0

Siangg Edelweis
Untukmu yang selalu mampu memikat setiap bagian dalam hatiku
Aku tahu apa yang ada dalam hatimu
Apa yang selalu kau rasakan untukku
Bagaimana cinta mu dan setiap bagian dari dirimu tak mampu untuk kumiliki

Kesadaranku yang tinggi
Rasa tau diri ku tanpa tepi
Membuatku baik baik saja hingga kini
Mencintai setiap apa yang kau miliki
Tanpa pernah kau balas dengan sedikit saja rasa yang sama

Hingga setiap kata yang coba ku tanyakan
Dan hanya kau balas dengan seperlunya

Karena bukan aku tak cantik
Bukan aku tak baik
Bukan aku tak pintar
Namun karena aku bukan seleramu

Rasa mu tak pernah bisa kupaksa
Meski aku selalu berdoa agar kau juga rasakan rasa yang sama
Meski disini aku tak pernah berhenti mencintaimu

Di tengah penolakan dan rasa tak suka mu pada ku
Harapan itu selalu ada
Di suatu hari yang beruntung kelak
Di sudut sebuah hati yang telah lama mengerak
Aku percaya itu akan terjadi
Benih ini akan muncul
Tumbuh menjadi cinta yang besar
Darimu untukku

Entah kapan waktu itu tiba
Entah dimanakah akan terjadi
Entah bagaimana rasa ku kelak
Akankah ku masih mencintaimu atau sudah berhenti

Aku tak pernah lelah berusaha mencintaimu
Belajar memahami setiap apa yang ada pada dirimu
Tanpa peduli apa yang mungkin kau rasa

Mungkin kata maaf lah yang mampu selalu kutakan karena telah mengganggumu

Jika kau tanya apa aku tak punya pemikiran untuk berhenti karena sikap dinginmu itu
Tentu saja tidak
Untuk apa aku berhenti hanya karena sikap dinginmu
Tak mungkin sebongkah es bisa tahan begitu lama di bawah hangatnya terik matahari
Begitu juga hatimu
Aku tak akan katakan aku berhenti jika aku masih bisa melihat kehadiranmu

Jika kau tanya kenapa
Karena aku senang melakukannya
Mencintaimu adalah hobiku
Bukan ambisiku untuk mendapatkanmu

Apapun hasil dari mencintaimu adalah hal yang positif
Meski bukan sosokmu yang kudapatkan

Namun setidaknya ku dapat pelajaran baru untuk diriku sendiri
Meski bukan secara langsung kau berikan pelajaran pelajaran berharga itu

Hanya satu yang tak dapat kutebak dari dirimu
Dirimu yang begitu lama bisa menatapku Hingga 2 pasang mata terpaut menjadi satu
Seakan sedang menceritakan sebuah kisah

Namun mulut kita terbungkam
Ekspresi kita datar
Dan dalam hitungan detik wajah itu kembali dingin
Mengapa kau bisa begitu lama menatapku tetapi tak pernah bisa merasakan apa yang saat ini aku rasakan
Padahal di dua buah bola mataku terisi jelas bagaimana rasa itu
Dan pada matamu pun aku rasakan hal yang sama
Tak ada rasa benci dan tak suka yang selalu kau umbar pada setiap orang yang mencoba bertanya padamu
Entah apa itu rasa yang kau simpan
Setidaknya bola matamu telah mengungkapkan kisah yang berbeda dengan apa yang terucap dari mulutmu

About Secret Admirer #Wattys2017Baca cerita ini secara GRATIS!