#Part_Yuki ➡➡➡➡➡➡ 😞

----------
"Yang terjadi biarlah terjadi. Perihal hatiku yang terluka, biarlah itu menjadi urusanku. Meskipun luka ini karenamu, tapi tak mengapa, biar aku saja yang menanggungnya sendiri."
----------

***

Tidak ada wanita yang tak pernah terluka. Karena ia adalah makhluk paling perasa. Dan meskipun hatinya selalu dinobatkan sebagai hati yang terlemah---tapi ia tetaplah juaranya sebagai makhluk yang paling peka.

Hanya saja ada segelintir wanita yang memilih untuk tegar dibalik ketidakberdayaan hatinya. Semacam aku. Iya, aku.

Aku lebih memilih tegar dalam diam, meskipun ada luka yang menerkam. Aku lebih memilih untuk tetap sabar, walaupun ada jutaan sembilu yang menggelepar. Karena, kupikir inilah cara yang terbaik 'tuk mengobati hati yang tercabik-cabik.

Luka.

Hatiku telanjur terluka bahkan luluh-lantak. Jika hatiku diibaratkan sebagai gelas, pasti hatiku sudah hancur berkeping-keping. Remuk dan tak berbentuk. Dan sejak saat itu, semuanya takkan sama lagi.

Mungkin, hatiku tetaplah sepotong. Takkan menjadi sepasang hati berbentuk 'love.'

Namun, akibat luka yang kauberi hatiku takkan sama lagi. Hati yang retak ini takkan pernah kembali lagi seperti sediakala. Tidak akan.

Aku pun sadar betul; bahwa setiap luka pasti akan meninggalkan bekas. Maka, biarkanlah luka ini kuranggas. Sampai akhirnya rasa getir dan pilu itu lesap oleh perputaran waktu dan hari yang baru.

Terima kasih...
Atas luka yang kau goreskan.
Atas pilu yang tak berkesudahan.
Dan atas rindu yang tak pernah terbalaskan.

Kini aku tahu; bahwa selama ini aku berjuang seorang diri. Menerjang ribuan malam tak berbintang. Melalui hari-hari tanpa cahaya sang mentari nan terang.

Iya, akulah yang berjuang mati-matian demi kamu yang jauh di sana. Aku pun t'lah melawan jutaan sepi yang menyelimutiku setiap hari. Walaupun kau tak tahu bahwa rasa sepiku disebabkan karena ketiadaan dirimu, pengisi hatiku.

Namun, setelah ku jauh melangkah, tiba-tiba saja kau paksa aku 'tuk berhenti. Karena ternyata, setiaku selama ini tiada artinya lagi. Dan kau memintaku untuk memusnahkan rasa cinta ini.

Kau bahkan tak beri aku penjelasan atas keputusan yang t'lah kaubuat sendiri. Secara sepihak kau sudahi kisah picisan ini. Tapi, bagiku ini bukanlah sembarang picisan. Ini tentang rasa dan perasaan yang melarung bersama harapan-harapan yang kulangitkan.

Namun, lagi dan lagi aku pun tersadar; bahwa impianku 'tuk membersamaimu takkan pernah terwujud. Padahal, aku telah memantapkan hati pada sepotong hati milikmu. Aku telah mengikrarkan janji suci dalam hati atas cinta yang kita ikat ini. Namun, perlakuanmu kini teramat jauh dari dugaanku. Kau menghilang lalu datang sekaligus tancapkan luka di ulu hatiku. Nyeri. Sakit. Itulah yang ku rasakan.

Tega.

Itulah kata yang terlintas di langit-langit benakku.

Awalnya, hadirmu membawa bahagia. Kau pun bawa sebongkah asa untuk kupeluk erat-erat. Tapi, pada akhirnya kau ciptakan luka yang luar biasa membahana. Hingga aku terlunta-lunta dan tak berdaya.

Mungkin, ini adalah kesalahan terbesarku karena telah mencintaimu seutuhnya. Aku telah menempatkan namamu di dasar hatiku lalu menguncinya. Hingga kau pun mulai berani 'tuk tancapkan luka.

Kini, hatiku telanjur berderak patah. Olehmu sang durjana cinta. Sang pemilik janji-janji manis yang ternyata hanyalah bualan bengis. Sang pemilik mahkota raja di istana hatiku, namun ternyata semua itu hanyalah dusta semata.

Mungkin, bagimu kisah ini hanyalah sandiwara. Namun, aku benar-benar perasa. Untuk apa? Jawabannya adalah untuk mencintaimu dengan segenap hatiku.

Dan inilah jawabannya. Penantian panjangku hanya bersua dengan lara. Rinduku yang menggebu-gebu hanya bertemu pada titik bernama luka.

Sudahlah.

Hatiku telanjur terluka juga. Apa mau dikata?

Pada bagian terpedih ini, aku bersyukur karena luka di hatiku ini tak kasat mata. Ia hanya bisa kurasa. Tak ada seorang pun yang dapat melihatnya. Jadi, aku bisa menguburnya dalam-dalam, walaupun kutahu masih ada bekasnya yang harus kupulihkan.

Sudahlah.

Yang terjadi biarlah terjadi. Perihal hatiku yang terluka, biarlah itu menjadi urusanku. Meskipun luka ini karenamu, tapi tak mengapa, biar aku saja yang menanggungnya sendiri.

Cukuplah aku yang melahap bagaimana pahitnya luka yang kauberi. Cukup hanya aku yang menelan betapa getirnya pilu yang kau tambatkan di sudut-sudut hati.

Kini, aku akan mengobati luka yang menganga ini. Jadi, baiknya engkau pergi. Jika bisa enyahlah sejauh-jauhnya. Karena dengan begitu aku bisa memaafkanmu lebih cepat, kendatipun takkan secepat kilat.

Perihal melupakanmu, aku tak yakin jika aku bisa melakukannya. Sebab, kenangan tentangmu akan selalu pulang bersama ribuan cerita yang telah kuciptakan. Dan bayanganmu akan selalu tebersit tiapkali kutatap bintang malam.

Melupakanmu?

Biar saja itu menjadi tugasku. Yang sebenarnya, itu akan menjadi tugas terberat dalam hidupku.

"Jujur saja, aku masih mencintaimu---teramat mencintaimu. Namun, pabila kau sudah tak peduli lagi, aku bisa apa? Jangankan rindu, rasa cinta pun sudah tak ada. Jadi, apa yang harus ku perjuangkan lagi?

Akan percuma saja bila ku berjuang sendirian. Itu akan sia-sia saja dan luka di hatiku akan semakin menganga.

Kini, aku t'lah memutuskan untuk mengikhlaskanmu. Jadi, kumohon jangan beri aku harapan semu lagi... Kumohon... Sebab, pada akhirnya cintamu bukanlah untukku. Dan penantian cintamu bukanlah bermuara di dermaga hatiku.

Jadi, baiknya kau menjauh saja. Sementara, aku akan menepi dari samudera yang telanjur kuarungi ini." Yuki berserenada dalam hatinya yang lara. Air matanya memburai hebat. Ia mengingat-ingat kejadian satu jam yang lalu. Yaitu saat ia bertemu dengan Lee di sebuah kafe---yang awalnya Lee mengajaknya untuk sarapan. Tapi, ternyata kenyataannya tidak seperti itu. Kejadiannya berbeda.

***

Assalamu'alaikum?
Gimaneu sameu part ini? Komentarnya yeu........... 😊

Vote ya! 😂 Kritik&saran lebih diutamakan. 😇 Oke? Wakarimasuka? Anata wa kono paruta ga suki desuka? 😇

Jyaa mata. Wait another part, okay?
Wassalaamu'alaikum?

Dariku: Hime Yume
Putri Senja👑

Promote:
Ig; @refahime23 @catatan_hime35
Blog: himeyume444.blogspot.com
Line : @refahime23

NP: O, iya. Ane mau buat novel baru. Judulnya: LDR (Luka dalam ...). Tunggu yaaa.. 😊😊😊😊😊
After this novel maybe. ;)



Jomblo Until Akad #KyfaBaca cerita ini secara GRATIS!