Chapter 1

19.2K 374 3

"Hello everyone! Good morning!" sapa guru bahasa Inggris.

"Good morning sir!" jawab seluruh murid.

"Alright, we have a new friend here. She's from America, so welcome her! You may come in girl!" gue pun masuk ke dalam kelas.

"Introduce yourself!" kata Mr. Carl.

"Oke, should I speak with english language or..?" tanya gue kepada guru bahasa Inggris itu.

"Seenak kamu ajalah nak!" jawabnya.

Guepun mengangguk dan berdeham. "Oke, nama gue Verronica Javelyne. Kalian bisa panggil gue Verro dan gue pindahan dari America." ujar gue memperkenalkan diri.

Yup, inilah gue. Verronica Javelyne yang biasa dipanggil Verro. Gue adalah anak pindahan dari America ke Australia.

Sebagai pindahan, gue mesti adaptasi sama lingkungan baru di kelas 1 SHS. Biasanya, kalo anak baru itu di bully dan seperti biasanya itulah, gue kena. Walau sedikit mengganggu, gue sabar dulu. Tapi mau gimana lagi, mending yang nge-bully gue anak cewek, ini cowok.

Mana udah hampir seminggu gue di sana temen gue masih bisa diitung pake satu tangan. Sampe akhirnya gue gak tahan di bully terus. Akhirnya gue bela diri pas di bully.

__________

"Hei anak pindahan! Sini lo!" sahut anak terbandel di kelas gue.

"Kenapa lo manggil-manggil gue? Masih terpesona?" jawab gue sambil nyamperin dia.

"Wes, udah berani dia sama gue," ucapnya ke teman yang ada di sebelahnya. "Sini lo, gua beri pelajaran!"

"Pelajaran? emangnya lo guru disini?" jawab gue ngocol.

"Mulai ngocol ya lo, mau gue kerjain?" ancamnya ke gue.

"Kerjain pr gue? Boleh. Nih, mumpung bukunya gue bawa!" bales gue sambil menyodorkan buku tulis kosong.

Diambil lah buku gue dan dilempar ke tempat sampah. Gue ternganga melihat dia melempar buku baru gue ke tempat sampah.

"Kenapa lo buang buku gue? Katanya mau ngerjain pr gue, ya itu! Kenapa malah lo buang si?" dan gue mengambil buku gue balik.

"Huh! Lo kira lo siapa nyuruh-nyuruh gue ngerjain pr lo?" protesnya kesal.

"Oh, gue kira lo mau jadi pembantu gue. Soalnya tadi lo bilang mau ..." belum selesai gue ngomong, dia udah berkicau.

"APA?!" teriaknya seperti orang tidak percaya. "Lo bego apa oon si? Lo harus gua beri pelajaran. Brey! Sikat!!" perintahnya buat anak buahnya.

"Eettt.. tunggu, tunggu! Lo mau nyikat sepatu gue? Baik banget sii, makasih lagi yaa," seru gue makin ngocol.

"Breeeyy! SIKAAAATTT!!" teriaknya semakin kesal.

"Eh, mau dibawa ke mana nih gue? TOLOOOOOONNGGGG!!!" teriak gue minta tolong. Tapi percuma gue teriak, koridornya sepi banget.

"Mau apa si lo? mau melakukan hal mesum ya?" dengan nethink gue bilang dengan panik.

"Pd banget lo, gue mah ogah sama cewek bego dan oon kaya lo. Iih, disgusting you know?!" jawabnya dengan tampang kejijikan.

"Terus lo mau apa bawa gue ke sini?" tanya gue semakin takut.

"Gue cuma mau.." tiba-tiba dia pegang tangan gue dengan tatapannya yg menjijikan. Tanpa basa-basi gue tampar dia dan pergi dari situ.

"Apa maksud dia coba? Dasar Mesum!" dumal gue sambil berlari.

Cowok tadi itu namanya Gravince Alto, biasanya dipanggil Grave. Cowo yang punya rambut coklat muda, matanya biru, kulitnya putih, badannya bau, hidungnya agak mancung, dan biasa aja, adalah anak terbandel yang pernah ada dunia.

Unexpected MatchmakingBaca cerita ini secara GRATIS!